Cerita Dokter Gia Hadapi Pasien COVID-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Kepala Instalasi Gawat Darurat sebuah rumah sakit di Jakarta dr Gia Pratama Putra mengatakan, setidaknya ada tiga fase yang harus dihadapinya hampir setiap hari dalam menangani pasien COVID-19.

dr Gia mengatakan, fase pertama yakni meyakinkan pasien COVID-19 bahwa penyakit itu bisa dilalui.

"Keyakinan akan kesembuhan adalah 50 persen kesembuhan. Virus ini sebenarnya bisa kalah dengan daya tahan tubuh kita sendiri. Jadi biarkanlah bapak-ibu, tidak usah fokus pada penyakitnya. Biarkan dokter-dokter kita yang fokus pada penyakitnya. Bapak-ibu fokuslah menjaga diri dan kesehatan," ucap Gia dalam Dialog Juru Bicara Pemerintah dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru oleh Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) yang disiarkan daring oleh Youtube Lawan COVID-19 ID, 13 November 2020.

Fase kedua, kata Gia, adalah ketika pasien COVID-19 harus diisolasi sehingga tidak boleh bertemu keluarga atau pun teman. Sebagai tenaga kesehatan, dokter harus berkunjung menyemangati para pasien dan berperan sebagai keluarga.

Kemudian, pada fase ketiga, menurut Gia ada dua kemungkinan. Pertama, adalah pasien menjadi sembuh, atau kemungkinan kedua berupa hal yang tidak diinginkan yakni meninggalnya pasien COVID-19.

Rumus Cegah Risiko COVID-19

Dalam menghadapi berbagai penyakit, termasuk COVID-19, mencegah tetap lebih baik dari mengobati. Karenanya dr Gia kerap mengimbau pasien maupun para pengikutnya di media sosial untuk melakukan tindakan pencegahan. Gia mengibaratkan pencegahan dengan rumus Ri (risiko infeksi) = Jv (jumlah virus) : i (imunitas tubuh).

Ia mengatakan, cara menurunkan risiko infeksi adalah dengan menurunkan jumlah virus. "Caranya melakukan 3M (memakai masker, mmenjaga jarak, dan mencuci tangan) dan meningkatkan imunitas tubuh."

Cara Tingkatkan Imunitas

Sedangkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, Gia membagi tiga cara. "Cara meningkatkan imunitas ini ada tiga, yang pertama memenuhi kebutuhan nutrisi yang cukup dan baik. Artinya sayur dan buah harus dikonsumsi setiap hari. Kedua, istirahat yang cukup. Penelitian terbaru mengatakan, manusia itu idealnya tidur 6-7 jam, tidur sebelum jam 11 malam dan bangun sebelum jam 5 pagi, itu yang paling baik. Terakhir olahraga rutin. Ini banyak yang tidak dilakukan di saat kita bekerja dari rumah. Padahal ada banyak olahraga yang bisa dilakukan di dalam rumah," jelasnya.

Gia juga mengimbau masyarakat untuk mendeteksi dini gejala COVID-19, hal itu akan membantu mencegah gejala menjadi semakin berat.

"Saya ingin tman-teman atau masyarakat semua datang ke rumah sakit, justru ketika kondisinya belum parah. Kalau masih fase awal, dahak belum kental, itu pakai obat pengencer dahak saja tidak akan menyumbat paru-paru. Jadinya tidak akan menyebabkan pneumonia parah. Selain itu sekarang tes swab juga sudah semakin cepat. Dalam sehari dua hari sudah bisa diterima hasilnya. Harganya juga semakin terjangkau," dr Gia menjelaskan.

Infografis

Infografis Jangan Sampai Ada Gelombang Kedua Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)
Infografis Jangan Sampai Ada Gelombang Kedua Covid-19 (Liputan6.com/Triyasni)

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini