Cerita Edy Rahmayadi Pacaran di Emperan Masjid, Lalu Diusir Penjaga

Syahrul Ansyari, Putra Nasution (Medan)
·Bacaan 3 menit

VIVA - Gubernur Sumatera Utara, Letnan Jendral TNI (Purn) Edy Rahmayadi, sebelum menjadi taruna Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Akabri), ternyata pernah berkuliah di Fakultas Hukum Universitas Islam Sumatera Utara (UISU).

Edy Rahmayadi menghadiri Milad ke-69 Tahun UISU di Auditorium Kampus UISU beralamat di Jalan SM Raja, Kota Medan, Kamis siang, 7 Januari 2021. Mantan Ketua Umum PSSI itu bernostalgia dan mengenang kisah cinta dengan Nawal Lubis.

Edy sendiri tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Hukum UISU stambuk 1980. Sedangkan Nawal Lubis tercatat sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi UISU dengan stambuk yang sama. Satu tahun berkuliah di UISU, ia ikut mendaftar sebagai prajurit TNI Angkatan Darat dan lulus sebagai taruna Akabri.

"Saya tidak selesai (kuliah), tapi lebih besar saya dapatkan dari UISU ini dari pada ijazah, itu dia (Nawal) boru Lubis. Saya kuliah 1 tahun, saya masuk taruna," kata Edy disambut gelak tawa dan tepuk tangan dari tamu yang hadir dalam acara Milad UISU.

Baca juga: Edy Rahmayadi Siap Jadi yang Pertama Disuntik Vaksin COVID-19 di Sumut

Berdasarkan biodata, Edy Rahmayadi lulus sebagai taruna Akabri tahun 1985 silam. Mantan Pangkostrad itu meniti karier sebagai prajurit TNI ?AD.

Ia tidak lupa kenangan manis saat menempuh pendidikan di Kampus UISU. Meski hanya sekitar 12 bulan saja berkuliah.

"Tapi, sebelum saya lulus taruna saya sempat pacaran dengan mantan pacar saya ini. Jangan negatif, saya pacaran itu jelas," kata mantan Pangdam I Bukit Barisan itu.

Di masa kuliah dan sempat memadu kasih dengan Nawal Lubis. Edy mengungkapkan pernah diusir penjaga masjid di Kampus UISU karena pacaran di pinggiran bangunan masjid tersebut.

"Saya pacaran itu bolak-balik diusir penjaga masjid. Saya duduk di emperan masjid (Kampus UISU). Diusir terus, sana-sana. Karena diusir itu saya menikahlah (sama Nawal Lubis)," kata Edy yang disambut dengan tawa.

Edy mengaku kesulitan untuk sampai ke panggung acara Milad UISU ini. Karena banyak civitas UISU mengajak untuk berfoto bersama.

Sebagai pejabat publik, ia pun melayani masyarakat hal itu. Walaupun hanya sekadar berfoto bareng.

"Saudara-saudara saya, datang ke sini tidak sampai-sampai ke tempat ini (panggung). Masih foto-foto saja dari unjung ke ujung ini. Ini enaknya jadi gubernur dihargai di mana-mana," tutur Edy.

Kampus UISU sebagai kampus tertua di Pulau Jawa. Edy mengharapkan menjadi kampus yang berkembang dengan menciptakan lulusan terbaik dan menjadi unversitas berkarakter Islam serta dapat berkontribusi kepada Sumut dan negara ini.

"Meneruskan ini menjadikan universitas yang terpandang dan universitas yang benar-benar berkarakter Islam. Kita harus buat ini, kita bersama-sama itu dan sejarah yang harus kita bikin. Masa sekarang ini adalah masa perjuangan yang kita alami," kata Edy.

Sementara itu, Rektor UISU, Yanhar Jamaluddin, menjelaskan pada Milad UISU ke-69 tahun ini, beberapa prestasi telah mampu diukir oleh UISU. Hal ini sebagai wujud prestasi yang akan terus dikembangkan demi dunia pendidikan di Sumut dan Tanah Air ini.

"Di momen ini, kita juga mengukuhkan 2 guru besar yaitu bidang administrasi pendidikan dan bidang pembangunan pertanian. Kita berharap dengan tambahan guru besar ini akan mengokohkan peran kita di masyarakat. Setidaknya, kita tahu bahwa sektor pendidikan dan pertanian adalah program yang sangat prioritas dalam pembangunan di Sumut menuju Sumut bermartabat," tutur Yanhar.

Dalam acara ini, dihadiri oleh Ketua Umum Yayasan UISU, Ismet Danial Nasution, Ketua Dewan Guru Besar UISU Djohar Arifin Husin, civitas UISU, jajaran Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan para alumni UISU. (ase)