Cerita Erfitri Manfaatkan Libur Lebaran Wisata ke 'Taman Safari Versi IKN'

Merdeka.com - Merdeka.com - Titik Nol Kilometer di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur jadi magnet masyarakat saat libur Lebaran 2022. Apalagi setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan lokasi yang nantinya menjadi Ibu Kota Negara.

Erfitri Rahmayani (36) dan keluarga tengah mudik dari Jakarta ke Balikpapan. Dia rela menempuh perjalanan darat selama empat jam menuju Titik Nol Kilometer IKN.

Berbekal informasi dari kerabat, Erfitri memulai perjalanan menggunakan mobil sekitar pukul 11.30 WITA. Sepanjang jalan, matanya disegarkan dengan pemandangan pohon pinus dan udara yang relatif masih bersih.

"Udah mulus. Mulus banget sudah jalan aspal jalur-jalur. Aksesnya sudah bagus, pemandangan bagus," kata Erfitri kepada merdeka.com, Kamis (5/5).

Kera-kera kerap ditemui di sisi jalanan. Menjadi hiburan selama menempuh perjalanan. Bahkan, Erfitri menyebutnya 'Taman Safari versi IKN.'

"Setiap keranya ada di pinggir jalan. Banyak banget," tuturnya.

Tidak ada tanda-tanda kepadatan kendaraan menuju kawasan areal konsesi Hutan Tanaman Industri (HTI) itu. Dia sempat ragu lantaran ada informasi yang beredar bahwa lokasi itu ditutup selama lebaran.

Di tengah perjalanan, dia diwajibkan melapor di pos polisi guna pendataan. Dia juga diharuskan menunjukkan kartu tanda pengenal.

"Enggak perlu bayar tiket masuk. Gratis tis tis," ucapnya.

Jarak dari pemeriksaan ke Titik Nol Kilometer tidak terlalu jauh. Akses jalan belum mulus, namun masih nyaman dilalui. Erfitri dan keluarga tiba di lokasi sekitar pukul 15.00 WITA.

Mereka terkejut melihat parkiran sudah penuh. Padahal sepanjang perjalanan tidak terlihat ada kepadatan. Selama 2 jam dia berada di Titik Nol Kilometer, hampir 1.500 pengunjung datang.

"Kita terkejut juga, 2 jam hampir 1.500. Wah banyak orang excited juga. Karena saat di jalan itu benar-benar sepi, enggak ada macet mobil. Mobil cuma satu dua. Ternyata sampai sana parkir penuh. Mungkin dari berbagai penjuru," katanya sambil berseloroh.

Di lokasi, tidak ada orang menjajakan makanan atau cendera mata seperti tempat wisata pada umumnya. Bersih, hanya ada keran air.

Fasilitas toilet juga tidak terlihat. Tetapi tidak menyurutkan pengunjung yang ingin mengabadikan momen. Setiap pengunjung harus menunggu 15 menit. Diatur para aparat kepolisian. Erfitri rela mengantre untuk bisa berfoto di ikon Titik Nol Kilometer.

"Foto-foto di Titik Nol. Makan waktu sekitar 15 menit. Tapi di situ ada polisi untuk mengatur foto. Jadi enggak rebutan," bebernya.

Setelah foto di ikon bertuliskan Titik Nol Kilometer, mereka melihat-lihat beberapa lokasi yang juga sempat dikunjungi Jokowi. Setelah dua setengah jam puas mengabadikan momen, pukul 17.30 WITA, Erfitri tancap gas pulang.

Mereka memutuskan mencoba jalur laut. Menuju Pelabuhan Penajam Paser Utara. Akses yang dilalui mulus tak ada hambatan.

Memerlukan waktu 1 jam perjalanan hingga akhirnya tiba di pelabuhan. Sempat menunggu lama untuk masuk ke kapal membuat mereka harus menunggu selama dua jam. Kepadatan terjadi lantaran masih ada masyarakat yang melakukan perjalanan mudik. Satu jam berselang, Erfitri akhirnya masuk ke kapal.

"Jadi sebetulnya sama, jarak tempuhnya 4 jam-an. Tapi karena momen lebaran jadi rada lama saat nunggu kapal. Lebih hemat energi karena nyetirnya enggak terlalu panjang. Beda jalur darat kita nyetir. Jadi kita dua akses itu," tuturnya.

Kunjungan Erfitri dan keluarga bukan cuma untuk mengabadikan momen. Ada harapan dibalik itu. Mereka berharap agar pembangunan IKN bisa memajukan sektor perekonomian masyarakat.

Jangan sampai pembangunan IKN membebani rakyat Indonesia. Jakarta juga menjadi lebih baik walaupun bukan lagi jadi Ibu Kota nantinya.

"Jakarta menjadi lebih baik, tetap Jakarta menjadi sektor industri, perekonomian. Sektor pemerintahan ada di Kalimantan," katanya. [ded]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel