Cerita Evakuasi Pria 275 Kg yang Terjebak dalam Lift Jatuh dari Lantai Dua di Malang

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang pria yang mengalami obesitas di Kota Malang, Dwi Ariesta Wardana (38), terjatuh bersama lift yang ditumpangi dari lantai dua rumahnya, Sabtu (7/5). Warga bersama tim penyelamat memerlukan waktu tiga jam lebih untuk mengevakuasi pemuda berbobot 275 Kg itu.

Lift diketahui mengalami putus string hingga terjatuh ke lantai dasar. Akibat kejadian itu, korban mengalami patah di kedua kaki.

"Orang kampung berusaha mengeluarkan dari lift, sekitar tiga jam tidak bisa keluar. Soalnya ngepres dengan badannya Mas Aries ini," ungkap Ninik Endah Widayani, ibu dari Dwi Ariesta Wardana di rumahnya Kelurahan Arjowinangun, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, Senin (9/5) malam.

Kata Ninik, warga sekitar rumahnya berusaha memberikan pertolongan dengan berbagai upaya. Aries pun akhirnya berhasil dikeluarkan dari lift.

Warga Panggil Petugas PMI dan Pemadam Kebakaran

Karena tubuhnya yang besar dan berat, Aries ditidurkan di depan lift sambil menunggu datangnya pertolongan. Saat itu, warga berkoordinasi dengan PMI dan Damkar (PMK).

"Saya tidak tahu bagaimana akhirnya bisa keluar, ditidurkan di depan lift situ, sampai menunggu PMI dan Damkar. Ibu nggak bisa apa-apa," ungkap Ninik sambil menitikkan air mata.

Ninik menceritakan, lift itu jatuh saat dia memanggil putranya turun ke lantai satu. Awalnya dia mendapati kakinya yang baru saja mengalami infeksi tiba-tiba pecah dan mengeluarkan darah. Ceceran darah yang cukup banyak tersebut membuatnya panik dan memanggil-manggil Aries yang berada di lantai 2.

"Itu darahnya banyak banget. Ibu panik, teriak meminta tolong ke Aries. Kenapa ini nak, sementara tisu sudah habis," katanya.

Sempat DIkira Suara Gas Meledak

Aries sudah memberi respons panggilan ibunya, tetapi beberapa saat kemudian terdengar suara benturan keras. Ternyata suara itu bersumber dari lift yang biasa digunakan di rumah tiga lantai itu terjatuh.

Ninik dengan kaki yang berdarah-darah berusaha mendekati korban yang masih berada di dalam lift. Tetapi dengan kondisi saat itu tidak dapat berbuat apa pun.

"Ya Allah, terus mama berbuat apa? Saya telepon adik, ternyata di luar sudah banyak orang yang mengira gas meleduk," ungkapnya.

Saat itu, tangan korban dalam posisi masih memegang remote pagar depan. Para tetangga pun bisa masuk dan memberikan pertolongan.

Namun karena tubuh korban yang cukup berat warga mengalami kesulitan evakuasi. Warga hanya dapat mengeluarkan dari lift, sebelum kemudian petugas PMI berkoordinasi dengan Damkar.

Tidak Bisa Dibawa dengan Ambulans

Sementara Noufal Zhorifah, Petugas PMI Kota Malang menceritakan, evakuasi mengalami kesulitan karena akses yang sangat terbatas. Berat tubuh korban membutuhkan lokasi luas untuk bisa mengangkat dengan lebih banyak personel.

"Karena korban ini memiliki berat badan yang lebih, membutuhkan akses lebih luas. Korban tidak bisa kita angkat seperti korban biasanya, butuh teknik dan tenaga ekstra. Apalagi korban mengalami cedera," ungkapnya.

Korban dengan ukuran tubuhnya juga tidak bisa dimasukkan ke dalam ambulans saat dibawa ke rumah sakit. Tetapi tetap menuntut kehati-hatian agar tidak memperparah lukanya.

Saat ini korban telah mendapatkan perawatan di RSSA Malang. Dia telah dipindahkan dari ruangan ICU dan telah menyelesaikan perawatan lukanya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel