Cerita Firman Utina ketika Mendapat Pelajaran Penting dari Persita, Apa Ya?

Bola.com, Jakarta - Firman Utina pernah memperkuat banyak klub besar di Tanah Air. Namun, Persita Tangerang memiliki tempat tersendiri di hati Firman.

Persita adalah klub profesional kedua yang dibela Firman setelah klub kampung halamannya, Persma Manado. Firman Utina pernah membela Persita di dua kesempatan yang berbeda. Yakni di tahun 2001-2004 dan 2006-2008.

Di Persita, Firman mengaku mendapatkan pelajaran penting. Di klub berjulukan Pendekar Cisadane itu, Firman merasa untuk pertama kali benar-benar dihargai sebagai pemain sepak bola profesional.

"Di Persita saya tahu bagaimana pesepakbola itu dihargai. Saya didorong untuk tetap sekolah , dibiayai untuk kuliah," ungkap Firman Utina di kanal Youtube Sport77 Official belum lama ini.

"Uang dari kontrak juga harus dibuat apa untuk masa depan. Jadi pemain itu diajarkan mengatur keuangan. Pesepak bola kan pensiunnya cepat, kalau pensiun sudah tidak ada yang menghargai lagi. Saya belajar di Persita dari pemain senior juga di sana," sambungnya.

Ditawari Jadi PNS

Mantan pemain Timnas Indonesia, Firman Utina, mengembangkan usaha konveksi bernama FU15 di Kawasan Sadangserang, Kota Bandung. (Bola.com/Erwin Snaz)
Mantan pemain Timnas Indonesia, Firman Utina, mengembangkan usaha konveksi bernama FU15 di Kawasan Sadangserang, Kota Bandung. (Bola.com/Erwin Snaz)

Dua dekade lalu, banyak klub sepak bola Tanah Air yang terikat dengan Pemerintah Daerah tempat dimana klub itu berasal. Kondisi itu membuat banyak pemain sepak bola di era itu yang kemudian bisa menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemda tersebut.

Hal itu pula yang dilakukan Persita Tangerang. Beberapa eks pemain Persita kini menjadi PNS di Tangerang. Termasuk legenda mereka, Ilham Jayakusuma.

Tapi Ditolak

Eks pemain Timnas Indonesia, Firman Utina. (Tangkapan Layar Kanal Youtube Sport77 Official)
Eks pemain Timnas Indonesia, Firman Utina. (Tangkapan Layar Kanal Youtube Sport77 Official)

Firman Utina pun mendapatkan kesempatan untuk menjadi PNS di Tangerang. Namun, Firman menolak kesempatan itu. Ia merasa tidak memiliki kemampuan sebagai orang yang bekerja di kantor.

"Betul memang PNS bisa menjadi masa depan saya, tapi saya tahu diri kelebihan saya itu ya di sepak bola saja," kata Firman.

“Saya rasa saya bukan di bidang itu (PNS), saya orang lapangan yang sering berlatih atau melatih," tegasnya.

Hubungan Spesial dengan Benny Dollo

Benny Dollo (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Benny Dollo (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Selain itu, Firman Utina juga memiliki hubungan yang cukup erat dengan Benny Dollo. Kebetulan Firman dan Benny sama-sama berasal dari Manado, Sulawesi Selatan.

Firman Utina dan Benny Dollo cukup sering ada di tim yang sama. Sebut saja Persma Manado, Persita Tangerang, Arema Malang, dan Persija Jakarta.

Anak Kesayangan Bendol

Benny Dollo dan Firman Utina. (Bola.com/Dody Iryawan)
Benny Dollo dan Firman Utina. (Bola.com/Dody Iryawan)

Ketika Benny Dollo menjadi pelatih Timnas Indonesia di tahun 2008-2009, nama Firman juga selalu dipanggil. Ia bahkan bisa dikatakan sebagai pemain yang menjadi pusat permainan Garuda di bawah asuhan Bendol.

Salah satu momen terbaik kebersamaan Benny Dollo dan Firman Utina terjadi di Arema Malang di tahun 2004-2006. Saat itu kombinasi keduanya berhasil membuat Singo Edan menjadi juara Copa Indonesia dua musim beruntun.

Sumber: Kanal Youtube Sport77 Official