Cerita Gagalnya Akuisisi TikTok, CEO Microsoft: Hal Teraneh yang Pernah Saya Kerjakan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Pada Agustus 2020, TikTok dikabarkan mau diakuisisi sebagian oleh Microsoft, demi menyelamatkan perusahaan itu di Amerika Serikat (AS), dari pemerintahan Donald Trump.

TikTok lalu tidak jadi diakuisisi oleh Microsoft dan memilih Oracle, meski pada akhirnya akuisisi mereka oleh perusahaan AS itu tak jadi sama sekali setelah lengsernya Trump.

Dilansir The Verge, Kamis (30/9/2021), di Code Conference awal pekan ini, CEO Microsoft Satya Nadella menilai bahwa upaya akuisisi perusahaan besutan ByteDance itu, merupakan "hal teraneh yang pernah saya kerjakan."

"TikTok datang kepada kami, kami tidak datang ke TikTok," ujarnya sembari menambahkan, mereka saat itu mencari mitra AS, untuk membantunya soal "hal-hal keamanan yang tampaknya (telah) kita dengar."

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Yang Menarik TikTok ke Microsoft

Ilustrasi TikTok. (dok. Unsplash.com/@franckinjapan)
Ilustrasi TikTok. (dok. Unsplash.com/@franckinjapan)

Nadella berpikir TikTok mungkin cocok karena mereka adalah layanan sosial berbasis cloud, yang sangat memanfaatkan artificial intelligence (AI), seluruh area fokus perusahaan. "Ini adalah produk yang menarik," katanya.

Mengutip NDTV, Nadella menyebut bahwa apa yang menarik CEO ByteDance Zhang Yiming ke Microsoft adalah karena layanan mereka terkait dengan moderasi konten dan keselamatan anak.

Hal itu dikembangkan dari berbagai produk, yang disertakan dalam Xbox dan jejaring sosial bisnis LinkedIn.

"Ada periode waktu saat saya berpikir (pemerintah AS) memiliki serangkaian persyaratan tertentu (tapi) itu hilang begitu saja," kata Nadella.

"Presiden Trump saya pikir memiliki sudut pandang tertentu tentang apa yang dia coba lakukan, dan kemudian turun begitu saja," sambungnya.

Perintah Donald Trump

Donald Trump tampil di acara CPAC 2021. Dok: AP Photo/John Raoux
Donald Trump tampil di acara CPAC 2021. Dok: AP Photo/John Raoux

Presiden Donald Trump sendiri memerintahkan TikTok AS untuk "berpisah" dengan ByteDance karena isu soal keamanan nasional, di mana aplikasi disebut mengumpulkan data pengguna di AS.

Pada akhirnya, TikTok mengatakan kepada Microsoft bahwa mereka tidak akan melangkah dengan kesepakatan apapun pada September tahun lalu.

Dorongan divestasi Trump pun selesai ketika dirinya lengser pada Januari 2021. Saat itu, tak ada satu pun pelamar potensial yang akhirnya mengakuisisi TikTok.

Pemerintahan pun berganti ke Joe Biden, dan dia akhirnya mencabut perintah tersebut tahun ini.

Saat ditanya apakah Microsoft akan membeli TikTok apabila mereka bersedia, Nadella mengatakan: "Pada titik ini saya senang dengan apa yang saya miliki."

(Dio/Isk)

Infografis Donald Trump Vs TikTok

Infografis Donald Trump Vs TikTok. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Donald Trump Vs TikTok. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel