Cerita Generasi Milineal Pemberani Buka Usaha Kuliner di Tengah Situasi Sulit Pandemi COVID-19

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Seperti diketahui bersama, pandemi COVID-19 membawa dampak luar biasa bagi kehidupan manusia. Namun, di tengah situasi pandemi COVID-19 yang serbasulit ini, ada sosok-sosok generasi milineal yang berhasil menangkap peluang untuk membuka usaha.

Mereka sosok yang dianggap memiliki keberanian, mengingat berani mengambil segala risiko di tengah situasi tak pasti. Mereka juga sosok-sosok yang punya jiwa survive tinggi karena enggan berpangku tangan, menyerah dengan keadaan.

Mereka ingin terus berjuang demi kehidupan yang lebih baik, dalam situasi sulit yang masih mendera.

Satu di antara sosok pemberani itu ialah Inditya Wisnu Murti. Pemuda 26 tahun ini memutuskan untuk membuka gerai franchise ayam goreng cepat saji saat pandemi COVID-19 masih berlangsung.

"Jangan kalah dengan keadaan yang sedang sulit, tak ada yang tidak bisa", kata Inditya Wisnu Murti.

Bisnis franchise atau bisnis waralaba merupakan sebuah metode membuka bisnis dengan nama, merek dagang hingga produk dan bahan dari bisnis yang sudah ada.

Inditya Wisnu Murti mengaku tertarik terjun ke bisnis ini lantaran usaha franchise memiliki kepraktisan.

"Salah satunya, kepraktisan bisnis franchise tidak perlu pusing memikirkan bahan baku. Untuk urusan bahan baku dari supplier kami, karena kami ini franchise, sudah diatur oleh manajemen D'Kriuk Fried Chicken", ujar pria yang biasa disapa Indi.

Awal Mula Membuka Gerai Franchise Ayam Goreng Cepat Saji

Gerai franchise ayam goreng cepat saji D'Kriuk Fried Chicken di Serang. (Bola.com/Alfi Yuda)
Gerai franchise ayam goreng cepat saji D'Kriuk Fried Chicken di Serang. (Bola.com/Alfi Yuda)

Dalam menjalankan bisnisnya, Indi tidak sendirian. Pria lulusan jurusan Akuntansi Universitas Islam Indonesia Yogyakarta ini merintis usaha bersama kedua rekannya.

"Saya dalam menjalankan usaha ini bertiga dengan partner kantor Tb Sandi dan M Angga," ungkapnya.

Ketiganya lantas bersama membuka usaha bernama D'Kriuk Fried Chicken (@dkriukserang). Bisnis yang bergerak di bidang kuliner ayam goreng cepat saji berjalan sejak Februari 2021.

Indi menilai, gerai kuliner ayam goreng cepat saji memiliki peluang usaha yang besar.

"Awalnya, ketika di rumah banyak keponakan masih anak-anak. Ketika makan, mereka selalu minta ayam goreng. Saya pikir ketimbang mengeluarkan uang untuk beli, lebih baik saya buka usaha ayam goreng", tutur pria asal Cilegon ini.

Indi bersama kedua rekan sekantornya memulai usaha dengan bermodalkan dari patungan gaji sebagai karyawan.

Menu Makanan D'Kriuk Fried Chicken

Menu makanan D'Kriuk Fried Chicken milik Indi dan dua rekannya. (Bola.com/Alfi Yuda)
Menu makanan D'Kriuk Fried Chicken milik Indi dan dua rekannya. (Bola.com/Alfi Yuda)

D'Kriuk Fried Chicken berlokasi di Jl. Rraya Serang-Cilegon, Kios Pojok Taman Kopasuss (POTAM), Serang. Buka setiap hari mulai pukul 11.00 WIB hingga 21.00 WIB yang dioperasikan oleh dua orang karyawan.

Alasan membuka di lokasi tersebut karena dekat dengan kampus dan perumahan.

"Saya melihat pangsa pasar yang cukup bagus di sana. Cukup menjanjikan. Target kami para mahasiswa, penghuni asrama Kopassus, dan para pekerja," lanjut Indi.

Harga yang ditawarkan cukup terjangkau dan efektif untuk menarik pelanggan datang ke gerai, yakni berkisar Rp4000 hingga Rp15.500.

Kendala, Strategi yang Dilakukan di Masa Pandemi, dan Penerapan Protokol Kesehatan

Protokol Kesehatan yang Diterapkan di D'Kriuk Fried Chicken. (Bola.com/Alfi Yuda)
Protokol Kesehatan yang Diterapkan di D'Kriuk Fried Chicken. (Bola.com/Alfi Yuda)

Di tengah pandemi COVID-19, sebagai pelaku usaha, Indi mau tidak mau harus menerima tantangan yang dihadapi. Dia mengakui, pandemi memengaruhi keberlangsungan bisnisnya .

"Di saat kami membuka usaha ini kan sudah masuk ke era pandemi. Kendalanya adalah pengunjung yang terbatas", imbuh Indi.

Meski pandemi COVID-19 memengaruhi kelangsungan bisnis, Indi bersama rekannya mencoba berpikir cerdas demi berupaya mencari metode yang tepat bagi usahanya.

“Selain sudah memanfaatkan platform online, seperti layanan ride hailing penjualan makanan, di saat pandemi seperti ini cara lain paling efektif yang kami lakukan adalah aktif paid promotion di akun media sosial Instagram. Kami merasakan kenaikan omzet yang lumayan dari iklan di media sosial," jelas Indi.

Dengan berbagai strategi yang dijalankan, bisnis kuliner yang dirintis Indi beserta kedua rekannya ini mampu meraup omzet sekitar Rp20 juta per bulan.

Dalam menjalankan bisnisnya di tengah pandemi COVID-19, pihaknya tak lupa untuk selalu menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Hal ini menjadi bagian yang penting untuk menambah kepercayaan konsumen.

"Untuk prokes karyawan difasilitasi masker dan sarung tangan serta vitamin untuk menjaga imun tubuh. Kalau teknis untuk customer, kami menyerahkan sepenuhnya ke pengelola foodcourt Kios Pojok Taman Kopasuss (POTAM)," ujar India, yang juga bekerja sebagai pegawai di perusahaan swasta.

Indi pun menitipkan pesan bagi para pelaku usaha, terutama bagi yang masih dalam awal merintis bisnis apa pun.

"Jangan takut mulai bisnis, meski rasa lelah ketika menjalankan bisnis, akan terbayarkan saat bisnis kita geluti mulai mapan. Ajak partner untuk berbisnis karena ide-ide dan tantangan akan terasa sulit jika dijalani sendirian. Memang tak ada yang tahu isi hati partner kita, hanya murni kerja sama atau ada niat buruk. Cara mengatasinya, harus ingat ada 'hitam di atas putih' untuk memegang prinsip kita masing-masing di awal memulai bisnis. Jadi, ketika ada partner yang mulai keluar jalur dan lupa akan tujuan fokus di awal, kita ada pegangan untuk mengingatkan kembali dengan perjanjian tersebut," pesan Indi melalui Bola.com.

Diharapkan petuah yang diberikan mampu memotivasi tak hanya dirinya, melainkan orang lain agar tetap semangat menggeluti usaha yang sedang dijalankan di masa sulit seperti era pandemi COVID-19 seperti sekarang.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel