Cerita Gol Bunuh Diri Legendaris Bek Arema, Bikin Trauma

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Malang - Selain striker asal Chile, Pacho Rubio ada satu pemain Arema FC yang populer di tahun 2000, yakni bek Sunardi C.

Namun, dia dikenal karena gol bunuh diri ketika pertandingan terakhir babak delapan besar melawan Pelita Solo, di Stadion Gelora Bung Karno tahun itu.

Gol itu membuat Arema kalah telak 0-3 dari Pelita Solo. Sekaligus membuat langkah tim berjuluk Singo Edan terhenti di fase itu.

Padahal sebelum pertandingan, Arema jadi kandidat kuat melaju ke semifinal. Mereka sudah mengalahkan Persija Jakarta dan menahan Persikota Tangerang. Hasil imbang saja cukup membuat Arema lolos. Tapi gol bunuh diri itu jadi awal petaka Arema kalah telak di laga terakhir delapan besar.

Sampai saat ini, jika menyebut nama Sunardi C, gol bunuh diri itu yang ada dalam ingatan Aremania.

“Kalau ingat momen itu, rasanya saya lemas lagi. Setelah gol bunuh diri itu, saya tidak bisa tidur. Makan tidak ada rasanya. Itu berjalan bukan hitungan hari. Tapi berbulan-bulan,” kata pria yang sempat melatih tim Persenga Nganjuk itu.

Sunardi masih masih ingat betul momen itu hingga detik ini. Bermula dari umpan crossing ke dekat kotak penalti Arema. Momen itu tidak membahayakan gawang Singo Edan yang dikawal Agung Prasetyo.

“Mungkin orang tidak ada yang menyalahkan kiper. Saya yang disalahkan. Niat saya memberikan bola dengan dada ke arah gawang kepada kiper. Tapi setelah bola saya arahkan, posisi kiper justru ada di belakang saya. Tidak ada komunikasi kalau kiper keluar dari gawang. Kalau kiper teriak, saya tidak akan ambil bola itu,” jelasnya.

Gagal ke Semifinal

Arema FC Logo (Bola.com/Adreanus Titus)
Arema FC Logo (Bola.com/Adreanus Titus)

Beda ceritanya jika gol bunuh diri itu tidak terjadi. Arema bisa lolos ke semifinal dan tidak menutup kemungkinan jadi juara.

“Waktu itu Arema tim solid. Meski sempat bermasalah dengan dana. Mau berangkat ke Jakarta saja bingung biaya waktu itu. Tapi secara permainan, lawan kuat pun bisa dikalahkan. Di lini depan ada Pacho yang baru muncul dan ditakuti lawan,” kenangnya.

Setelah kejadian gol bunuh diri, kepercayaan Arema kepada Sunardi tidak hilang. Hanya saja dia yang menurun secara mental.

“Teman-teman di tim Arema coba menghibur saya. Mengajak jalan-jalan, tapi selalu saya tolak karena kepikiran. Saya utang budi kepada Aremania yang waktu itu sudah berkumpul di Jakarta. Seakan tuan rumahnya Arema di babak delapan besar karena mereka yang menguasai stadion. Tapi saya melewati momen itu dan tetap di Arema sampai jadi asisten pelatih,” jelas dia.

Saksikan video pilihan berikut ini: