Cerita Haru Video Call Terakhir Korban Sriwijaya Air SJ182 Asal Pekanbaru

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Pekanbaru - Rumah Putri Wahyuni Effendi di Jalan Sembilang, Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai Pesisir, Kota Pekanbaru, silih berganti didatangi tetangga dan kerabat. Perempuan 25 tahun ini menjadi salah satu korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di Kepulauan Seribu, Provinsi DKI Jakarta.

Ayah korban Pesawat Sriwijaya Air SJ182 ini, Arizal Effendi dan ibunya, Ratna, selalu duduk di kursi ruang tengah. Matanya selalu berkaca-kaca memantau proses pencarian pesawat nahas itu di salah satu saluran televisi.

Saat ini, Arizal hanya punya satu harapan. Yaitu anak bungsu dari lima bersaudara itu ditemukan. Tentu saja dalam keadaan selamat dan berkumpul lagi bersama keluarga di Pekanbaru.

Putri menjadi korban bersama suaminya, Ihsan Adlan Hakim. Laki-laki tersebut merupakan menantu dari Arizal dan merupakan warga Pontianak, Kalimantan Barat.

"Ini musibah yang tak bisa dielakkan, semoga pulang dengan selamat," kata Arizal menahan tangisnya.

Arizal menceritakan, Ayu dan suami sempat melakukan video call, dua jam sebelum Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh. Ayu pamit berangkat menjelang naik pesawat.

"Saya bilang hati-hati ya nak saat dia mau naik pesawat," kata Arizal.

Sempat Pulang ke Rumah

Orang tua Putri Wahyuni Effendi memperlihatkan foto anaknya itu yang menjadi salah satu korban Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh. (Liputan6.com/M Syukur)
Orang tua Putri Wahyuni Effendi memperlihatkan foto anaknya itu yang menjadi salah satu korban Pesawat Sriwijaya Air SJ 182 jatuh. (Liputan6.com/M Syukur)

Arizal menyebutkan, sebelum berangkat ke Pontianak anaknya itu sempat pulang ke rumah. Ada sekitar satu pekan, Ayu dan suaminya di rumah orang tuanya.

Kamis, 7 Januari 2021, Ayu dan suami pergi ke Jakarta karena sang suami bekerja di sana. Dari Jakarta, Ayu dan suami ingin pergi ke Pontianak untuk urusan keluarga.

"Suaminya orang Pontianak," ucap Arizal.

Arizal mendapat kabar pesawat jatuh dari media sosial, Sabtu petang, 9 Januari 2021. Bersama keluarga lainnya di Pekanbaru, Arizal langsung televisi berharap ada kabar baik.

Keluarga juga langsung menelepon ponsel Ayu saat itu, tapi sayang ponselnya tidak aktif. Panggilan dilakukan beberapa kali tapi telepon dari Arizal tidak pernah masuk.

Tak lama kemudian, Arizal mendapat telepon dari besannya di Pontianak. Keluarga suaminya juga menyatakan tidak bisa mengontak pasangan yang menikah pada Maret tahun lalu itu.

"Sekarang sudah ada keluarga di Jakarta datang ke Crisis Centre," katanya.

Simak juga video pilihan berikut ini: