Cerita Ibu Penjual Kopi di Tengah Pandemi: Jadi Buruh Cuci Demi Anak

Dwi ereline Amelia

VIVA – Di tengah pandemi sekarang ini, seorang Ibu penjual kopi keliling harus berjuang menghidupi ketiga anaknya dengan menjadi buruh cuci dan setrika.

Ibu layaknya manusia biasa adalah seorang wanita yang bisa merasakan marah, kesedihan, bahagia terkadang juga kecewa. 

Namun demikian, seorang Ibu tak akan pernah tega untuk mengabaikan anaknya. Ibu tetap akan merawat anak-anaknya hingga tumbuh dewasa dengan kasih sayang tanpa mengharapkan balasan.

Hal inilah yang dialami oleh seorang Ibu warga Jalan Muara Angke Pluit Jakarta Utara, bernama Santi. Santi tinggal di rumah kontrakan sederhana beratap kayu dan dinding rapuh, bersama ketiga putra putrinya.

Sang suami sudah meninggal 3 tahun lalu, sehingga Santi harus rela memeras keringat dengan berjualan kopi keliling di daerah wisata Museum Fatahillah Jakarta.

Namun wabah Corona yang muncul di Indonesia membuat Santi tidak bisa lagi menjajakan kopinya di kawasan tersebut. Banyak tempat wisata di Jakarta harus ditutup demi memutus rantai penularan wabah ini.

Kini, untuk tetap bertahan dan memenuhi kebutuhan hidup diri dan anak-anaknya, Santi memanfaatkan peluang yang ada dengan menjadi buruh cuci dan setrika. 

Tidak hanya itu, terkadang ia juga harus menjual barang miliknya hanya untuk sekedar membeli beras untuk anak-anaknya.

“Saya kadang sampai jual barang, waktu itu jual kipas angin buat beli beras untuk makan” tutur Santi.

Walaupun penghasilannya sedikit, Santi tidak pernah mengeluh dan seolah tidak mengenal lelah untuk terus berjuang demi kelangsungan hidup anak-anaknya.

Putra sulungnya Ari, adalah seorang tuna rungu. Dan  putrinya yang lain, Dina memiliki keterbatasan fisik sejak bayi.

Beruntung ada Dinda, di usia yang masih belia, Dinda membantu mengurus kakaknya. Doa dan harapan selalu dipanjatkan.

“Ya Allah, berikanlah Ibu dan saudaraku kesehatan agar bisa meraih masa depan yang cerah dan mengubah nasib keluargaku tercinta”. Begitulah doa Dinda.

Cerita Santi adalah sedikit cerita seorang ibu yang harus terus berjuang untuk menghidupi anak-anaknya, terlebih di tengah kondisi sulit seperti ini. 

Cerita Santi dirangkum dalam tayangan Program Sahurnya Pesbukers dalam segmen Bismillah Menjadi Berkah.

Tayangan ini adalah kerjasama ANTV dengan GPU. Melalui Program Pesbukers ANTV, GPU akan #BerbagiBerkah berupa sejumlah uang yang bisa digunakan oleh saudara-saudara yang membutuhkan untuk memenuhi kebutuhan harian mereka.

Donasi tersebut diharapkan bisa meringankan beban mereka yang terdampak wabah Covid-19 di Indonesia.

GPU menyadari bahwa semua orang Indonesia adalah saudara satu tanah air, dan sudah menjadi kewajiban untuk bisa membantu sesama.

Untuk itu sudah sepantasnya kita sebagai saudara untuk membantu mereka yang kurang beruntung. 

GPU mengajak untuk melewati wabah Covid-19 ini dengan saling membantu sesama.

Cerita Ibu Santi ini bisa Anda tonton dalam video Program Sahurnya Pesbukers dalam segmen Bismillah Menjadi Berkah.

Cari tahu produk GPU dan program Sahurnya Pesbukers ANTV lebih banyak klik di sini.