Cerita istri sebelum suaminya kecelakaan dengan anak Ahmad Dhani

MERDEKA.COM. Poni (36), istri dari korban kecelakaan maut Komaruddin (47), menangis histeris saat mengetahui suaminya masuk dalam daftar korban meninggal. Poni berteriak dan sempat menyalahkan anak Ahmad Dani, Abdul Qodir Jaelani (Dul) (13) yang menyebabkan kecelakaan ini.

"Dia yang nabrak kenapa suami gue yang meninggal," teriak Poni sambil menangis di ruang jenazah RS Polri Kramatjati, Jakarta Timur, Minggu (8/9).

Komaruddin (47), pegawai PT Track Auto 2000 korban meninggal dalam kecelakaan maut dinihari di Tol Jagorawi Km 8 200. Komaruddin bersama 10 orang teman kantornya menumpang mobil Grand Max, yang terlibat kecelakaan dengan Mitsubishi Lancer. Mitsubisi Lancer itu dikendarai oleh putra bungsu Ahmad Dani, Dul yang masih dibawah umur.

Poni mengaku tak mempunyai firasat apa-apa sejak suaminya itu pergi pamit untuk mengambil mobil di Cibinong. Poni hanya bercerita sehari sebelum berangkat, suaminya memeluk mesra anaknya yang berusia 10 tahun.

"Dia dekat banget sama anaknya yang paling kecil, umur 10 tahun cowok. Dia memang dekat dia terakhir tidur, dia pelukan anaknya ngasih makan anaknya sama-sama," ujar Poni.

Saat suaminya berangkat, Poni sempat menelepon Komaruddin yang mengabarkan telah sampai di kantor dan menuju ke Cibinong. Saat itu, Poni mengaku suaminya bilang untuk titip anak-anak. Poni pun bingung dengan pernyataan suaminya itu.

"Dia sempat telepon, saya mau menuju ke perjalanan Cibinong. Sudah saya lagi sampai masukin motor (di kantor)," ujar Poni.

"Terus dia bilang, 'titip anak-anak ya', 'titip kemana sih pak? Balas Poni yang merasa aneh saat suaminya berpesan seperti itu kepadanya.

Ternyata, itulah yang menjadi pesan terakhir sang suami kepadanya. Telepon itu, pada jam 22.30 WIB beberapa jam sebelum kecelakaan terjadi.

"Saya enggak tahu kalau itu yang terakhir. Itu jam setengah 11. Pas saya telepon lagi lewat jam segitu sudah gak aktif handphone suami saya," lirih Poni.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.