Cerita Iwan Muri Selesaikan Lukisan Wajah Eril Saat Jasad Ditemukan

Merdeka.com - Merdeka.com - Meninggalnya Putra Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz akibat tenggelam di Sungai Aare, Bern, Swiss menyisakan kesedihan bagi banyak orang. Berbagai cara dilakukan oleh orang-orang untuk mengaktualisasikan kesedihannya.

Di Kabupaten Garut, Jawa Barat seorang seniman lukis bernama Iwan Ridwan atau lebih dikenal dengan nama Iwan Muri adalah salah satu orang yang melukis wajah Eril (panggilan Emmeril Kahn Mumtadz). Lukisan itu dia selesaikan bertepatan dengan ditemukannya jasad Eril.

Iwan bercerita bahwa awalnya ia sedang membuat 100 lukisan kecil sejak April 2022 untuk keperluan pameran tunggalnya yang akan digelar Agustus 2022. Dari rencana 100 lukisan itu, tidak ada rencana membuat lukisan Eril.

"Hingga kemudian saya membaca berita bahwa anaknya Pak Gubernur tenggelam di Sungai Aare. Saya tidak langsung berpikir untuk membuat lukisannya saat itu," ujarnya saat ditemui di rumahnya, di Kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Minggu (12/6).

Munculnya ide membuat lukisan Eril, diakui Iwan, adalah saat kang Emil (sapaan akrab Ridwan Kamil) kembali ke Indonesia dan pasrah dengan segala kondisinya. Hal lainnya yang memperkuat, adalah informasi gerakan sosial yang banyak dilakukan Eril semasa hidupnya.

Saat mengetahui hal tersebut, Iwan pun kemudian memasukkan Eril ke dalam 100 tokoh yang dibuatkan lukisan kecil untuk pameran tunggalnya. "Saya melihat Eril ini menjadi tokoh muda yang ternyata fenomenal, tidak hanya di dalam negeri, karena ternyata warga Palestina saja banyak yang mendoakan, itu karena kebaikannya," ungkap pelukis yang memegang rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan lukisan terkecilnya.

Pemilihan Eril sebagai tokoh baru yang dilukisnya, diakui Iwan, mengharuskannya mengeliminasi salah satu tokoh yang sudah masuk daftarnya. Meski begitu, saat itu ia berpikir bahwa apa yang dilakukannya menjadi salah satu caranya ikut berbela sungkawa atas apa yang menimpa keluarga Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.

Iwan kemudian memulai kegiatan melukis Eril pada Senin (6/6) di rumahnya. Sebelum memulainya, ia mengaku sempat berdoa untuk agar Eril segera ditemukan dan agar keluarga kang Emil diberikan ketabahan.

"Karena lukisan yang saya buat ukurannya kecil, memang harus dilakukan dengan cukup teliti. Alhamdulillah, akhirnya lukisan yang saya buat itu selesai Rabu (6/6), atau setelah tiga hari sejak Senin kemarin," jelasnya.

Iwan tidak menyangka kalau di hari ia menyelesaikan lukisan adalah hari Eril ditemukan di Bern, Swiss. "Saya cukup kaget juga pas tahu Eril ditemukan hampir bersamaan dengan selesainya lukisan Eril yang saya buat," ucapnya.

Meski begitu, Iwan mengaku bersyukur akhirnya Eril ditemukan dan akan segera dimakamkan di tempat peristirahatan yang terakhir yang sudah dipilih oleh keluarga. Meski jasad Eril telah dikebumikan, ia berharap agar semangat Eril bisa diteruskan oleh anak muda.

"Eril harus menjadi teladan anak muda yang saat ini masih bernapas, di mana jiwa sosialnya, kebaikannya, dan hal lainnya yang positif sehingga diteruskan gerakannya. Tidak harus di obral di media sosial, karena ternyata Eril juga melakukan banyak hal positif tanpa banyak diketahui orang, tapi pasti diketahui oleh yang Maha Kuasa," pungkasnya. [bal]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel