Cerita Jalwandi Jamal, Menimba Ilmu Sepak Bola dan Berkompetisi di Liga Paraguay

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Makassar - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh pernah mengirim 30 pemain muda untuk menimba ilmu sepak bola di Paraguay selama tiga tahun pada 2008. Satu di antara puluhan pemain itu adalah Jalwandi Jamal. Pria kelahiran 13 Februari 1993 itu juga pernah mencicipi atmosfer kompetisi usia muda Paraguay dengan membela Sport Colombia dan Fernando De La Mora U-18.

Dalam channel youtube Ichsan Maulana, Jalwandi Jamal mengaku mendapatkan banyak pelajaran dan pengalaman berharga selama berguru di Paraguay, terutama bila bicara sikal profesional sebagai pesepak bola.

"Sepak bola bukan sekadar menendang dan berlari. Banyak hal yang saya dapatkan. Itu membuat saya menghargai dan sulit melupakan sepak bola," ujar Jalwandi.

Itulah mengapa Jalwandi tetap menggeluti profesi sebagai pesepak bola meski mayorita rekan-rekannya lebih memilih jalur lain sepulang dari Paraguay. Saat ini, selain Jalwandi, hanya Zikri Akbar (Persis Solo), Andri Mulyadi (Borneo FC Samarinda), dan Ramanuddin (Persita Tangerang) yang tetap bertahan.

Menurut Jalwandi, fakta ini bukan berarti program pengiriman pemain muda Aceh ke Paraguay gagal.

"Ada sejumlah faktor yang menjadi kendala sepulang kami ke Aceh. Hal itu yang membuat teman-teman kemudian memilih kuliah dan kemudian menekuni bisnis dan jalur lain di luar sepak bola," terang Jalwandi.

Jalwandi menambahkan sepulang dari Paraguay, mereka dihadapkan kenyataan sepak bola Indonesia yang carut marut akibat dualisme kompetisi. Belum lagi kondisi politik di Aceh yang kurang mendukung kelangsungan karier mereka di dunia sepak bola.

"Yang terpenting, di sepak bola juga ada yang namanya keberuntungan. Tidak semua pemain bagus mendapatkan keuntungan bermain di sebuah tim," ujar Jalwandi Jamal.

Berkiprah di Liga Paraguay

Jalwandi Jamal. (Tangkapan layar youtube Ichsan Maulana)
Jalwandi Jamal. (Tangkapan layar youtube Ichsan Maulana)

Jalwandi Jamal menjadi bagian tim muda Aceh ke Paraguay setelah menjalani seleksi yang dipantau langsung oleh pelatih Migueal Angel Arrue Padilla (Paraguay) dan Tumpak Sihite di Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh.

Program ini merupakan bagian dari terobosan yang dilakukan Pemprov Aceh era kepemimpinan Irwandi Yusuf. Tujuannya, Jalwandi dan kawan-kawan menjadi tumpuan Aceh pada PON 2021.

Selama berada di Paraguay, Jalwandi menunjukkan kemampuan dan kerja kerasnya dalam latihan uji coba yang dilakukan timnya. Bakat dan talenta yang dimiliki Jalwandi membuatnya mendapatkan kesempatan mengikuti trial di Sport Colombia. Tapi, Jalwandi kemudian justru mencicipi atmosfer kompetisi usia muda Paraguay bersama Fernando De La Mora U-18.

"Saya sempat bermain dalam beberapa pertandingan dan tampil sebagai striker," ujar Jalwandi.

Menurut Jalwandi, secara teknik pemain Indonesia sejatinya tidak kalah dari pemain Paraguay. Hal yang membedakan adalah mental dan sikap.

"Mereka juga bermain dengan hati serta tidak mau kalah dalam setiap laga. Saya sempat kesulitan menghadapi permainan keras yang diperlihatkan pemain tim lawan. Tapi, dari situ saya belajar bahwa kalau ingin sukses di sepak bola butuh kerja keras dan fokus," tegasnya.

Sepulang dari Paraguay, Jalwandi sempat membela tim asal Aceh dengan berkostum PSSB Bireuen dan PSLS Lhokseumawe sebelum merantau ke Tangerang untuk bergabung di Persita U-21 pada akhir 2013. Ia kemudian direkrut Persita Tangerang pada 2014 sampai 2016.

Dari Persita, Jalwandi menyeberang ke Cilegon United pada musim 2017. Semusim di Cilegon, Jalwandi mencoba peruntungan di Persis Solo di Liga 2 2018 sebelum kembali ke Cilegon jelang musim 2019.

Video