Cerita Jemaah Haji Termuda asal Takalar, Gantikan Ayah Setelah Jadi Yatim Piatu

Merdeka.com - Merdeka.com - Kementerian Agama Sulawesi Selatan (Sulsel) melepas 393 jemaah calon haji (JCH) kelompok terbang (kloter) 8 Embarkasi Makassar. Jemaah termuda pada rombongan ini berasal dari Kabupaten Takalar bernama Adelita binti Baharuddin Dg Nompo.

Adelita menceritakan keberangkatannya untuk menjalankan rukun Islam kelima merupakan pelimpahan dari almarhum ayahnya. Sang ayah wafat tahun 2018 akibat penyakit paru-paru.

"Bapak sebenarnya berangkat tahun 2019, tetapi bulan Ramadan terakhir (2018) beliau meninggal. Jadi saya jemaah haji pelimpahan dari ayah," ujarnya saat ditemui di Aula Mina Asrama Haji Sudiang Makassar, Jumat (24/6).

Ibu Berpulang Dua Tahun Setelah Ayah

Mahasiswi Universitas MH Thamrin Jakarta Selatan ini mengungkapkan ayahnya mendaftar bersama tantenya untuk berangkat haji di Kantor Kemenag Takalar sekitar 13 tahun lalu.

Meski senang bisa berangkat ke Tanah Suci, Adelita juga merasakan kesedihan karena tidak bisa bersama dengan sang Ibu Nursia Dg Caya.

"Ibu meninggal dua tahun setelah ayah tahun 2020 lalu. Saya satu-satunya ahli waris yang menggantikan ayah untuk berangkat haji," bebernya yang berangkat haji bersama tantenya.

Doakan Orang Tua di Tanah Suci

Gadis yang akrab disapa Adel ini akan mendoakan kedua orang tuanya yang telah wafat jika sudah tiba di Makkah, Arab Saudi. Ia juga akan fokus menjalankan ibadah haji meski cuaca panas ekstrem terjadi di Arab Saudi.

"Di tanah suci, saya mau mendoakan kedua orang tua. Semoga beliau semua bahagia dan masuk surga-Nya," ucapnya.

Adelita akan berangkat bersama 393 jemaah calon haji yang berasal dari Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Sulsel. Kloter 8 diberangkatkan pada pukul 04.20 Wita dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Pesawat Garuda Airlines dengan nomor penerbangan GA 1108 yang membawa rombongan diperkirakan tiba di Bandara King Abdul Aziz, Jeddah pada pukul 12.10 waktu waktu Arab Saudi.

Haji Besar

Sekretaris Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Makassar Ikbal Ismail memberikan motivasi para JCH kloter 8. Apalagi keberangkatan JCH kloter 8 bertepatan hari Jumat.

"Ibadah haji kali ini sangat diberkahi oleh Allah, karena bertepatan hari Jumat dengan istilah Haji Besar. Jangan sia-siakan kesempatan ini, karena bapak ibu adalah orang yang istimewa," kata dia.

Kloter 8 masuk dalam gelombang kedua. Sebelum berangkat, jemaah diharapkan untuk mandi wajib dan berpakaian ihram dan berniat umrah di atas pesawat. Semua pakaian selain pakaian ihram dilepas semua, yang pakai songkok dan lainnya dilepas.

"Selama berihram jangan kita berkata seronok, jangan kita melanggar ketentuan yang telah ditetapkan, baik itu ketentuan ketua kloter, apalagi ketentuan Arab Saudi." sebutnya. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel