Cerita Jemaah Haji Termuda di Makassar, Gantikan Almarhumah Ibu

Merdeka.com - Merdeka.com - Jemaah Calon Haji (JCH) kelompok terbang (kloter) 1 Embarkasi Makassar yang berjumlah 393 orang telah masuk di Asrama Haji Sudiang, Kamis (15/6). Seorang JCH termuda berusia 20 tahun bernama Sri Yuniarsih berangkat sendirian tanpa ditemani sang ayah dan ibu.

Sri menceritakan bisa berangkat menjalankan ibadah haji berawal saat kedua orang tuanya mendaftar sebagai calon jemaah haji 12 tahun lalu. Sri mengaku berangkat haji kali ini karena menggantikan ibunya yang wafat tahun 2021.

"Bapak dan Ibu seharusnya berangkat haji tahun 2020. Tetapi karena pandemi Covid-19, keberangkatan bapak dan ibu tertunda," ujar JCH asal Kota Makassar ini.

Sri mengaku sedih berangkat ke Tanah Suci tanpa ditemani sang ayah. Ia mengaku sang ayah tidak bisa berangkat bersama dirinya karena adanya pemotongan kuota CJH sebanyak 50 persen.

"Sebenarnya sama bapak (berangkat). Karena ada pemotongan porsi jemaah, jadi bapak terpotong kuotanya (tertunda keberangkatan). Jadi berangkat sendiri," tuturnya.

Meski dia menggantikan ibunya berangkat ke Tanah Suci Mekkah, Arab Saudi, ia mengaku sudah siap untuk melaksanakan rukun Islam kelima.

"Alhamdulillah fisik dan mental sudah kuat juga untuk pergi ke sana. Ada perasaan khawatir, karena berangkat sendiri," tutur dia.

Ia mengaku sudah menyiapkan doa untuk kedua orang tuanya, khususnya ibunya yang telah meninggal dunia. Ia menegaskan keberangkatannya hari ini sudah diniatkan karena Allah.

"Alhamdulillah saya sudah meniatkan dan mendoakan untuk mama saya," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulawesi Selatan (Sulsel), Khaironi mengatakan hari ini setidaknya ada 393 JCH asal Makassar, Parepare, dan Soppeng diterima di Asrama Haji Sudiang. Seluruh JCH yang masuk di Asrama Haji Sudiang Makassar telah memenuhi syarat secara administrasi dan fisik.

"Alhamdulillah seluruh jemaah sudah memenuhi ketentuan sebagaimana yang diharapkan oleh pemerintah. Saya berharapa kepada para jemaah agar menjaga kondisi tubuh dengan sebaik-baiknya mengingat cuaca di Arab Saudi sangat ekstrem," kata dia.

Dia berharap para jemaah lebih banyak menyediakan air minum. Tidak hanya itu, jemaah juga diminta agar menghindari sengatan matahari secara langsung.

"Dan memakai alas kaki karena lantai di Arab Saudi sangat panas. Mudah-mudahan para jemaah haji sehat wal afiat, dan dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji dengan sebaik-baiknya sehingga dapat predikat haji mabrur," ucapnya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel