Cerita Jokowi dan 'Ajudan' Pesumo 170 Kg  

TEMPO.CO, Jakarta - Mengenakan baju koko putih lengan panjang dengan pentolan hitan, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo alias Jokowi tampak semringah diapit dua "ajudan" barunya. Ajudan baru ini tampak spesial, mengenakan kimono hitam dan bertubuh besar.

Dua ajudan baru ini bahkan memiliki postur lebih besar dari Jokowi, hingga tiga kali lipat. "Saya merasa kecil ini diapit gini," kata Jokowi berseloroh memperkenalkan dua ajudan barunya yang merupakan atlet sumo atau shikona pada Jumat 23 Agustus 2013 di Balai Kota, Jakarta.

Terang saja Jokowi merasa kecil dalam arti sebenarnya, "Sebelah kanan saya beratnya 170 kilogram yang kiri 150 kilogram. Ini yang tengah cuma 54 kilogram," kata Jokowi. Kedua pesumo yang ditemani penerjemah pun tertawa mendengar guyon Jokowi tersebut.

Kedatangan para atlet sumo ini dalam rangka pertandingan sumo internasional yang akan dihelat di Istora Senayan pada 24-25 Agustus 2013. Bahkan "Gubernur Blusukan" ini mengaku akan menyempatkan waktu datang menonton di hari terakhir. (Baca: Jokowi Digeruduk Atlet Sumo Jepang)

Jokowi mengapresiasi olahraga sumo, yang meski telah berumur ratusan tahun, masih terjaga hingga sekarang. Untuk itu, mantan Wali Kota Solo ini  berencana mengajak pelajar menonton pertandingan sumo tersebut agar bisa menyerap nilai kecintaan terhadap budaya asli.

Duta Besar Jepang untuk Indonesia Yoshinori Katori mengatakan, pertandingan sumo kali ini untuk memperingati hubungan diplomatik Indonesia dengan Jepang yang ke-55. Serta hubungan diplomatik antara Jepang dan hegara ASEAN ke-45.

Katori menambahkan, Indonesia dipilih menjadi lokasi pertandingan Sumo, karena ada kedekatan, baik dari sejarah maupun persahabatan. Sehingga mereka merasa bangga bisa menggelar acara ini di Jakarta.

Sumo merupakan olahraga semacam gulat yang tumbuh dan berkembang di Jepang. Para pegulat (shikona) dianggap memenangkan pertandingan bila mampu memaksa pegulat lain ke luar dari arena serupa cicin yang melingkar, atau mendesak lawannya hingga menyentuh tanah dengan cara apa pun selain telapak kaki.

Jepang menjadi negara satu-satunya di dunia yang mempertandingkan sumo secara profesional. Pegulat sumo hidup dalam komunal dalam pusat pelatihan sumo, yang di Jepang dikenal dengan heya. Semua aspek kehidupan sehari-hari mereka, mulai dari makanan hingga cara berpakaian, ditentukan oleh tradisi yang ketat.

SYAILENDRA

Berita Lainnya:

Ahok Tak akan Ganti Lurah Lenteng Agung

Polisi: Aneh, Kursi Bus Giri Indah Terlepas Semua

Pro Kontra Penempatan Lurah Lenteng Agung

Rekonstruksi, Warga Caci-Maki Pembunuh Sisca Yofie

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.