Cerita Jordi Onsu Awal Berbisnis Ayam Geprek: Ngulek Sendiri

Liputan6.com, Jakarta - Brand ayam milik Jordi Onsu tentu bukan saja laris manis, tapi juga sudah memiliki banyak outlet tak hanya di dalam negeri tapi sudah mancanegara. Memang, Jordy ingin lebih ingin mempopulerkan menu tradisional Indonesia hingga menjadi brand lokal karya anak bangsa.

"Kalau merek ayam asing aja bisa punya ratusan bahkan ribuan gerai, merek Indonesia kenapa enggak," ungkap Jordi Onsu, di Jakarta, Jumat (19/6/2020).

Lantas bagaimana awal mula akhirnya Jordi Onsu bisa memulai bisnis ayam geprek ini?

 

Hobi Kulineran Makanan Tradisional

Jordy Onsu (Foto: Ist)

Rupanya, Jordi yang memiliki hobi memasak, jalan-jalan dan kulineran makanan tradisional ini membawanya untuk berbisnis. Menggandeng nama sang kakak, Ruben Onsu, ia menjalani bisnisnya pada 2017 silam.

Tak disangka, dalam kurun waktu tiga tahun saja bisnis ayam goreng tepung yang dipenyet dengan sambal berlevel ini laris manis, dan diterima hampir seluruh kalangan.

 

Ayam Geprek Yogyakarta

Jordy Onsu (Foto:Instagram/@jordionsu)

Jordi Onsu, membantah bisnisnya ini merupakan pioner ayam geprek. Ia justru terinspirasi dari usaha Bu Rum di Yogyakarta.

“Tapi kalau yang pertamakali menyebarluaskan ayam geprek hingga terkenal ke seluruh Indonesia hingga menjadi trend iya betul kami. Bahkan kita sempat memberi apresiasi pada Bu Rum, karena memang beliau salah satu sumber inspirasi kita,” kata pria kelahiran 12 Juni 1993 ini.

 

Ngulek Sendiri

Adik kandung Ruben Onsu ini adalah tipe pria pekerja keras, yang senang terjun langsung dalam menjalani usahanya. Mulai belanja hingga ngulek sambal, ia lakukan tanpa meminta karyawannya melakukan itu.

“Dulu orang ngantri karena menunggu sambal yang diulek. Tapi seiring waktu berjalan akhirnya sambal ditumbuk dengan alu kayu dalam lumpang batu. Kalau ingat dulu, tangan saya sampai panasnya ke atas karena keseringan ngulek sambal,” kenang Jordi.

 

Memiliki 157 Outlet

Pemain film Tendangan dari Langit ini berhasil memuluskan usahanya hingga diterima pasar dan misinya mempopulerkan makanan asli Indonesia sesuai yang ia harapkan.

Saat ini Geprek Bensu memiliki 157 outlet termasuk di Hongkong dan Kuala Lumpur. Jumlah tersebut belum termasuk dengan merek kuliner lainnya yang berada dibawah naungan PT. Onsu Pangan Perkasa.

 

Modal Awal Rp 20 Juta

Diakui Jordi Onsu, ia beruntung memiliki seorang kakak seperti Ruben Onsu, yang namanya melambung di dunia hiburan. Ia dan partner kerja pun sepakat menjadikan Ruben brand ambasador.

Dan pada kenyataannya, itu membuahkan hasil. Dari modal Rp 20 juta, Jordi berhasil mendapatkan 10 mitra usaha hanya dalam waktu satu minggu pertama, dan mendapatkan total investasi sebesar Rp 350 juta.

“Kalau bukan karena nama besar Ruben Onsu, mustahil kami mendapatkan modal kerja dalam waktu singkat yang kemudian digunakan untuk membayar ruko dan membeli bahan baku. Modal membangun usaha ini ada tiga yaitu niat, kreativitas, dan nama besar Ruben,” papar Jordi.