Cerita Keluarga Si 'Anak Kebun' Wakili Riau Jadi Anggota Paskibraka di Istana Negara

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Pekanbaru - Perasaan campur aduk mewarnai Heri dan keluarga begitu melihat Dwita Okta Amelia Herdian berdiri gagah di Kelompok 8 Pasukan Tim Indonesia Tangguh Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka). Remaja perempuan 16 tahun itu sukses bersama rekan-rekannya mengibarkan bendera merah putih di Istana Negara dalam peringatan HUT ke-76 RI.

Air mata seketika mengucur dari pria 51 tahun itu meskipun hanya menyaksikan dari televisi sang anak ikut berbaris dan menggiring bendera, Selasa 17 Agustus 2021, sekitar pukul 10.00 WIB.

"Bangga, haru, sedih kebahagiaan, semuanya campur aduk," kata karyawan PT Perkebunan Nusantara V atau PTPN V dari Kabupaten Rokan Hulu, tepatnya di unit kebun Sei Intan, Selasa siang.

Heri tak menyangka anak gadisnya yang bersekolah di SMA Negeri I Kunto Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu itu, terpilih bersama 68 anggota Paskibraka lainnya. Dwita Okta Amelia Herdian mewakili Riau bersama Hervi Shendykha Wiratama.

"Apalagi dengan seleksi yang ketat dari kabupaten kemudian ke provinsi, anak saya terpilih mewakili Riau," ucap Heri.

Heri ingin mengucapkan selamat secara langsung kepada anaknya melalui telepon usai pengibaran bendera. Namun belum bisa, karena anaknya belum bisa berkomunikasi dengan keluarga sejak pelatihan pada akhir Juli lalu.

"Saya ucapkan selamat karena telah membawa kebanggaan bagi keluarga dan Riau," kata Heri dihubungi dari Pekanbaru.

Heri menerangkan, Dwita Okta Amelia Herdian merupakan anaknya dengan Nurdiana Ritonga (44). Selama proses seleksi, sang anak mendapat dukungan penuh darinya termasuk sesama pekerja di PTPN V.

"Teman-teman di kantor juga memberikan doa tapi tidak pernah saya berani membayangkan dia akan berada di sana, berdiri mengibarkan bendera di Istana Negara," jelas Heri.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Selalu Berprestasi

Pasukan pengibar bendera pusaka atau Paskibraka di Istana Negara dalam HUT ke 76 Indonesia. (Liputan6.com/Istimewa)
Pasukan pengibar bendera pusaka atau Paskibraka di Istana Negara dalam HUT ke 76 Indonesia. (Liputan6.com/Istimewa)

Heri menceritakan, Dwita Okta Amelia Herdian merupakan anak yang nyaris jarang keluar rumah sepulang sekolah. Tapi, satu yang pasti, Dwita anak berprestasi karena melahap semua pelajaran dan ekstrakurikuler di sekolahnya dengan baik.

Heri telah mengabdi di perusahaan perkebunan milik negara PTPN V sejak 1991 silam. Namun, dia mengatakan Agustus 2021 inilah yang menjadi momen paling besar pernah ia rasakan.

Selain Dwita mengharumkan nama keluarga, ia akan menancapkan 30 tahun masa kerja di bulan kemerdekaan ini.

Perjalanan panjang Dwita hingga ke Jakarta diawali dari tingkat paling bawah, tingkat kecamatan. Satu persatu tahapan dijalani dengan tekun dan penuh doa. Hingga akhirnya, nama siswa Kelas XI MIPA 1 itu muncul untuk lanjut ke tahapan seleksi kabupaten.

Terdapat ratusan siswa yang mengikuti seleksi itu. Semangat pantang menyerah dan ingin membanggakan keluarga membuatnya terpilih untuk lanjut seleksi tingkat provinsi di Kota Pekanbaru. Dwita kembali berjuang dengan ratusan pelajar terbaik di Bumi Lancang Kuning.

Sempat khawatir akibat pandemi Covid-19, Heri pun ikhlas melepas putri kesayangannya dari desa ke kota. Seleksi di Kota Pekanbaru berlangsung selama empat hari, sejak 19 Mei hingga 22 Mei 2021.

Di hari terakhir, teleponnya berdering. Terdengar isak tangis di ujung telepon. Dwita terpilih untuk berada di Istana Negara pada upacara HUT ke-76 RI. Sempat tidak percaya. Namun, dia yakin inilah berkat doa. Doa orangtua yang tak pernah putus. Dibarengi usaha yang tak kenal lelah.

"Saya bangga sekali. Teman-teman di tempat kerja juga begitu bangga. Ada anak kebun yang berhasil lolos ke tingkat nasional," ujarnya.

Anak kebun adalah istilah yang akrab disematkan kepada para anak karyawan PTPN V. Heri mengatakan dukungan perusahaan bagi pengembangan prestasi anak-anak karyawan perusahaan sangat besar.

Dukungan PTPN V

Heri mengapresiasi kebijakan PTPN V yang tidak melupakan pendidikan anak-anak karyawan dan masyarakat di sekitar perkebunan akan pentingnya pendidikan.

"Jika saya bukan karyawan PTPN V, mungkin tidak akan pernah melihat Dwita berada di sana, saya tidak berhenti bersyukur atas semua ini," ujarnya.

Heri terharu, Nurdiana bahagia, seluruh karyawan dan manajemen PTPN V turut bangga atas prestasi Dwita.

Sementara itu, Chief Executive Officer PTPN V, Jatmiko K Santosa begitu bangga dengan pencapaian ananda Dwita. Dia turut menyampaikan tahniah kepada Dwita dan kedua orangtuanya atas prestasi yang telah membanggakan keluarga besar anak perusahaan Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) tersebut.

Jatmiko menyatakan, apa yang diraih Dwita merupakan prestasi yang sangat membanggakan semua pihak. Apalagi Seorang anak kebun membuktikan diri dengan prestasi.

"Insya Allah ini juga bisa menjadi motivasi kepada seluruh anak-anak perkebunan yang mungkin bersekolah jauh dari ibu kota provinsi bahwa tidak ada yang mustahil," katanya.

"Saya juga menyampaikan salam dari Direktur Utama Holding Perkebunan dan seluruh Direksi PTPN Group yang turut bangga dengan prestasi ananda Dwita serta apresiasi setinggi-tingginya kepada kedua orang tua, Pak Heri dan Ibu Diana," tambah pria yang juga ketua Gapki Cabang Riau tersebut.

Simak video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel