Cerita Kesederhanaan BJ Habibie dalam Buku

Liputan6.com, Jakarta - Wafatnya Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf Habibie (BJ Habibie) meninggalkan banyak cerita inspiratif. Salah satunya, Habibie tak pernah pakai food processor (pengolah makanan). Hal tersebut diungkapkan Habibie dalam sebuah wawancara yang kemudian dimuat dalam buku Habibie dari Pare-Pare Lewat Aachen dan Tulisan-Tulisan Lainnya.

"Saya tidak pernah pakai. Dan saya rasa yang enak itu sambalnya musti di-ulek sendiri. Rasanya kan lain kalau sambal itu di-ulek," ujar Habibie.



Habibie menyebutkan saat tiba di rumah, ia suka makan tempe, nasi panas, lalapan, dan petai. Ia mencontohkan, saat makan di restoran meskipun piring-piring yang dipakai retak, ia tak peduli.

"Saya duduk di situ menikmati sayur asemnya, ayam gorengnya, menikmati petenya, menikmati ulekan-ulekannya. Itu hidup dan tidak ada kaitannya dengan teknologi. Hidup yang saya nikmati adalah hasil dari pendidikan dan budaya dan masyarakat saya," papar Habibie.

Beli Buku

6 Potret Kebersamaan BJ Habibie dan Ainun, Dari Muda Hingga Akhir Hayat (sumber: Brillio.net)

Masih dalam buku yang sama, di luar soal makanan, Habibie sosok yang hobi membaca. Saat kuliah di Jerman, saat liburan ia menggunakan waktunya untuk mencari uang.

"Kalau saya liburan, bukan puas-puasan. Kalau liburan, ujian atau cari duit. Cari duit untuk membeli buku," ujar Habibie.

Menurut Habibie, di tasnya selalu ada buku, ke mana pun ia pergi. Entah buku tentang mekanika, filosofi, fisika, ilmu konstruksi.

"Saya berada dalam suatu kerja science, karena itu kalau ada kesempatan untuk membaca, saya nikmati betul-betul secara logis, sistematis, interessant, mendalam. Istri saya pun susah mengganggu. Dan karena sibuk, saya tidak pernah mempersoalkan orang lain," kata BJ Habibie.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: