Cerita Kiper Persib Terima Kabar Buruk dari All England Tengah Malam

Muchamad Syuhada, Dede Idrus (Bandung)
·Bacaan 1 menit

VIVA – Perlakuan tidak menyenangkan dialami tim bulutangkis Indonesia di ajang BWF World Tour Super 1000 All England Open 2021. Tim Indonesia dipaksa mundur dari gelaran tersebut.

Yang menjadi penyebab, rombongan Indonesia berada dengan satu pesawat dengan penumpang yang dinyatakan positif COVID-19 dalam perjalanan dari Istanbul ke Birmingham.

Ujung-ujungnya tim Indonesia didepak. Padahal sebagian besar pebulutangkis sudah menjalani pertandingan putaran pertama.Tidak hanya itu, tim pun dipaksa menjalani isolasi mandiri selama 10 hari, meski akhirnya mereka bisa pulang lebih cepat setelah dilakukan pembicaraan dengan bantuan kedutaan besar.

Didepaknya tim Indonesia secara kontroversial mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Salah satunya kiper Persib Bandung, Muhammad Natshir.

Kiper yang akrab disapa Deden ini kecewa tim bulutangkis Indonesia dicoret dari ajang tersebut. Padahal, seluruh pemain tengah berjuang membawa harum Indonesia di ajang All England.

"Sangat disayangkan lah ya, apalagi teman kami (Fajar Alfian) beberapa jam mau main kan, tapi akhirnya ada keputusan dan beliau gak jadi main,"ujar Deden kepada wartawan.

"Bukan hanya saya dan temen-teman, mungkin masyarakat Indonesia juga menyayangkan keputusannya sangat mendadak,"lanjutnya.

Kiper berusia 28 tahun ini mengaku mendapat kabar didepaknya Indonesia di ajang All England dari pemain ganda putra Fajar Alfian, yang tidak lain adalah teman satu daerahnya di Bandung. "Ya ada obrolan, saya dapat kabar pertama dari dia. Tengah malam lah waktu sini, karena beda tujuh jam kan sama di Inggris,"katanya.

Sebagai teman, Deden hanya bisa memberikan dukungan moril. Dia berharap Fajar Alfian dan pebulutangkis lainnya tetap semangat dan kuat.

"Ya pastinya memberi support, karena semua pemain menyesalkan apalagi ini pertandingan yang ditunggu-tunggu dan bergengsi juga. Pertandingan terbesar,"ucapnya.