Cerita Kirana Larasati, Pernah Jadi Korban Pelecehan Seksual saat Kecil

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Publik belakangan terkaget dengan adanya pemberitaan tentang dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oleh publik figur. Hal ini pun menjadi pembahasan serius oleh beberapa pegiat hak-hak perempuan, salah satunya adalah Kirana Larasati.

Menurut Kirana, ketika ada seorang perempuan yang berani membuka aib yang pernah terjadi pada dirinya, maka hal itu harus mendapatkan apresiasi. Karena tak banyak korban yang bisa mengungkap kejadian pahit tersebut.

"Memang kta harus apresiasi keberanian dia untuk ngomong ke publik. Ini ga gampang. Sebagai penyintas pelecehan seksual, ini mungkin udah selang 25 tahun saya baru cerita sekarang," kata Kirana Larasati dalam sebuah video di kanal YouTube miliknya, baru-baru ini.

Kisah Kirana Larasati

Potret Kirana Larasati saat Yoga di Alam Bebas. (Sumber: Instagram.com/kiranalarasati)
Potret Kirana Larasati saat Yoga di Alam Bebas. (Sumber: Instagram.com/kiranalarasati)

Kirana Larasati menambahkan jika dirinya pernah menjadi korban pelecehan seksual saat usianya masih sangat belia. Ketika itu dirinya masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD). Dan ketika itu, dirinya tak mampu untuk berceritakepada orang lain.

"Saya (menjadi korban) sejak uisa SD, itu secara fisik maupun mental. Saya sudah pernah mengalami dan itu sangat sulit untuk cerita," ucapnya dalam video tersebut.

"Aku mengalami pelecehan seksual fisik pertama di umur 10 tahun. Kemudian 11. Kemudian 12. Sampai sekarang. Fisik maupun verbal. Bagaimana dengan kamu? Kalau ada yang pernah/menyaksikan, atau tau rasa traumanya, silakan isi kolom komentar ya," sambung Kirana dalam captionnya di akun Instagram kiranalarasati.

Berusaha Mendengarkan

Gaya Pemotretan Kirana Larasati Dengan Tema Pink. (Sumber: Instagram/riomotret)
Gaya Pemotretan Kirana Larasati Dengan Tema Pink. (Sumber: Instagram/riomotret)

Memang, di sisi lain ada pula orang yang memanfaatkan popularitas publik figur demi mendapatkan ketenaran. Namun, selayaknya ketika seorang perempuan muncul dengan menceritakan runut kisah pelecehan seksual yang dialaminya, maka tindakan bijak adalah mendengarkan.

"Yang harus kita lakukan adalah dengarkan. Ada ruang aman buat dia bercerita, berkeluh kesah. Mengungkapkan ketidaknyamananan dia, baik psikis maupun fisik. Selanjutnya seperti apa, itu tergantung pada korban. apakah dia mau melaporkan tempuh jalur hukum, healing," tuturnya.

"Coba kalian bayangkan ketika ini terjadi pada orang terdekat seperti ibu kalian, adik kalian, pacar kalian, istri, anak, karena pelaku tidak melihat usia. Memang mereka ingin berbuat jahat. Mari sama-sama menciptakan suasana women supporting women, men protecting women," tandas Kirana Larasati.

Saksikan Video Menarik Berikut Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel