Cerita Kocak di Balik Asal-usul Nama Roti John

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Tren kuliner bergulir secara dinamis dari waktu ke waktu. Dari banyak nama yang sempat membuat penasaran, beberapa tahun lalu jadi giliran roti john, sandwich dengan omelette sebagai isian wajib.

Berkaca pada namanya, sebagian orang mungkin mengira bahwa itu mengambil nama penciptanya, seorang pria bernama John. Tapi, nyatanya tidak demikian. Melansir Says, Rabu, 6 Oktober 2021, roti john diyakini terkait dengan komunitas India dan Melayu.

Dalam wawancara sejarah lisan yang direkam di Arsip Nasional Singapura, Pakirisamy Rajagopal menceritakan bahwa roti john awalnya dijual di kios-kios di sepanjang Jalan Koek, Singapura. Itu merupakan tempat yang sering dikunjungi tentara Inggris saat itu.

Menurutnya, salah satu penjaja India muslim bernama Abdul sering bertanya pada orang Inggris, "Roti, John?" yang diterjemahkan secara bebas untuk menanyakan apakah mereka menginginkan roti. Nama "John" digunakan sebagai referensi untuk pria asing yang datang untuk makan. Dari sana, nama itu muncul begitu saja.

Cerita lain berdasarkan artikel Berita Harian tahun 1973 yang menyebutkan bahwa roti john diadaptasi Zawiah Anuar di Geylang Serai Food Centre. Resep aslinya dijelaskan berupa telur orak-arik, salad sayuran, dan tomat di atas roti prancis.

Tapi dalam kreasinya, Zawiah memasukkan daging kambing, telur, bawang bombai, kacang polong, dan tomat di atas roti prancis. Sajian itu jadi populer pada 1976 setelah pedagang bernama Shukor dan istrinya Khadijah Mohd Salle mulai menjual roti john versi mereka.

Patokan Resep Populer

Ilustrasi Roti Long John Credit: freepik.com
Ilustrasi Roti Long John Credit: freepik.com

Straits Times melaporkan pada 1986, Shukor telah mempelajari resep dari penjaja Geylang dan memodifikasi sandwich tersebut. Bersama istrinya, ia kemudian menjualnya di kios mereka di Taman Serasi.

Sementara beberapa penjaja memasak daging kambing cincang dan telur secara terpisah sebelum memasukkannya ke antara dua potong roti prancis, pasangan itu mengocok 30 butir telur dengan bawang cincang, daging kambing cincang, dan menambahkan sambal. Campuran itu kemudian dituangkan ke irisan roti prancis sebelum digoreng

Resep mereka jadi sangat populer. Mereka bisa menjual hingga 800 roti di akhir pekan dan 100 piring setiap hari, sehingga tampaknya jadi patokan untuk sajian roti john.

Modifikasi Isian

Ilustrasi roti john. (dok. unsplash/Amy Tran)
Ilustrasi roti john. (dok. unsplash/Amy Tran)

Saat ini, roti john dinikmati di seluruh Malaysia, dan sempat populer di Indonesia, dengan beberapa modifiskasi. Disebut bahwa beberapa kios yang menyajikannya juga menambah sarden, daging sapi, dan ayam sebagai isian.

Di Negeri Jiran, sajian ini lumrah ditemukan di pasar malam dan bazar Ramadan sebelum pandemi COVID-19. Sedangkan di Indonesia, roti john sempat jadi menu populer di sejumlah kafe.

Terlepas dari ketenarannya, belum ada satu cerita yang dikerucutkan dalam sejarah penamaan roti john secara valid. Beberapa versi di atas adalah yang paling populer.

Kalau enggak sempet masak sendiri, yuk PO saja di ManisdanSedap, banyak masakan rasa rumahan yang pas buat lauk makan siangmu. Berasa dimasakin ibu.

Yuk PO Sekarang di ManisdanSedap!

Infografis Diplomasi Lewat Jalur Kuliner

Diplomasi Lewat Jalur Kuliner (Liputan6.com/Abdillah)
Diplomasi Lewat Jalur Kuliner (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel