Cerita Koruptor Alex Noerdin dan Anaknya Sama-Sama Dapat Potongan Masa Tahanan

Merdeka.com - Merdeka.com - Kasus korupsi membuat bapak dan anak, Alex Noerdin dan Dodi Reza Alex Noerdin harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dengan menjalani hukuman di balik jeruji besi. Alex merupakan mantan Gubernur Sumatera Selatan dan Dodi adalah mantan Bupati Musi Banyuasin.

Alex Noerdin merupakan terpidana korupsi pembangunan Masjid Sriwijaya dan pembelian gas pada Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE). Amar putusan hami memvonis dia 12 tahun penjara. Hal tersebut memicu respons penolakan Noerdin yang lantas membuatnya mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Palembang. Menurut juru bicara PT Palembang, Sahlan Effendy, banding yang diajukan Alex Noerdin dikabulkan PT Palembang.

"Sudah diterima salinannya, dari 12 tahun penjara menjadi 9 tahun penjara," tutur Sahlan, Kamis (8/9).

Upaya Alex untuk bebas tidak berhenti sampai di situ. Dia masih tidak terima dengan potongan masa kurungan yang hanya tiga tahun. Komitmen dengan pendiriannya, Alex Noerdin mengajukan Kasasi ke Mahkamah Agung (MA) untuk bebas. Menurut kuasa hukumnya, Nurmala, Alex Noerdin Optimistis bebas lantaran yakin bahwa tuduhan korupsi yang dilakukan dirinya tidak dapat dibuktikan.

"Kami tidak puas dengan potongan masa tahanan tiga tahun itu, kami mintanya dibebaskan. Alat bukti tidak ada satu pun. Jelas itu penguat permintaan klien kami untuk bebas," jelas Nurmala, Senin (12/9).

Sama–sama tersandung kasus korupsi, Dodi Reza pun meminta vonis kurungannya dipangkas atas kasus suap fee proyek di Kabupaten Musi Banyuasin.

Diketahui Dodi telah divonis 6 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri Palembang beberapa waktu lalu, dan denda sebesar Rp250 juta subsider 5 bulan kurungan. Dia lantas mengajukan banding ke PT Palembang lantaran kurungan 6 tahun penjara dianggap terlalu lama.

Sahlan mengatakan, pihaknya sudah mendapat informasi tentang putusan banding terdakwa Dodi. Hanya saja salinan putusan belum diterima.

"Putusan banding sudah keluar, tinggal salinannya saja. Terdakwa dapat potongan dari 6 tahun menjadi 4 tahun penjara," jelas Sahlan, Rabu (14/9).

Putusan banding di PT Palembang secara otomatis mengubah putusan PN Palembang, dengan demikian putusan PT Palembang juga menguatkan akan keterlibatan Dodi Reza sebagai terdakwa penerima suap di Dinas PUPR Musi Banyuasin melalui fee yang diberikan kontraktor.

Reporter: Putri Oktafiani [cob]