Cerita Lucu di Balik Penangkapan Pegawai Bea Cukai

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Edwin Firdaus

TRIBUNEWS.COM, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), berhasil menangkap 7 orang dalam operasinya terkait dugaan pemerasan barang di Bea dan Cukai. Namun, dibalik itu, juga tersimpan cerita lucu yang diduga dilakukan para tertangkap tadi.

Cerita lucu tersebut berawal dari, Kasubsi Ditjen Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, Wahyono.

Awalnya, untuk meloloskan barang milik warga negara Amerika, Andrew, yang tertahan di Bea Cukai, pria ini dimintai sejumlah dana sebesar Rp 150 Juta.

"Andrew ingin barang-barang itu bisa keluar dan dia harus bayar segitu, karena barangnya sudah tertahan 4 bulan lebih," terang sumber di KPK, Rabu (20/6/2012).

Setelah tahu nominalnya, Andrew lalu meminta koleganya yang dianggap bisa membantu mengurus dokumen surat di Bea Cukai Soekarno-Hatta bernama Roy.

Dari situlah uang Rp 150 juta itu diketahui harus melewati beberapa orang sebelum mendarat di tangan Wahyono.

Berdasarkan keterangan Wahyono kepada penyidik, ia mengaku akan mendapat uang senilai Rp 105 juta dari Andrew. Sumber tersebut mengatakan, lantas penyidik lalu menyuruh Wahyono menghitung ulang duit yang diperolehnya.

"Setelah dihitung, jumlahnya hanya Rp 104 juta," terang sumber itu.

Menurut si sumber, uang suap yang diterima Wahyono dimasukkan ke dalam kantong plastik keresek.

Belum sempat Wahyono menjelaskan bagaimana uangnya menjadi susut Rp 1 juta, kata sumber, tiba-tiba Edi, swasta yang ikut ditangkap KPK, merogoh kantong saku celananya sembari berkata ke penyidik. "Ini, di saya ada uang Rp 6 juta."

Edi sendiri merupakan perantara Wahyono untuk menerima duit Rp 105 juta tersebut dari Andrew. Menurut sumber, sisa Rp 40 juta masih belum terlacak.

"Diduga, ada uang juga di tangan Roy yang ditangkap bersama Andrew di km 13 tol Jakarta-Merak. Penyidik masih mengembangkan sisa uang itu ada di mana," terangnya.

Sebelumnya, Juru Bicara KPK Johan Budi menerangkan soal operasi tangkap tangan KPK terkait kasus dugaan pemerasan yang dilakukan pejabat Bea Cukai, WahYono terhadap seorang WN Amerika Serikat, Andrew.

Menurutnya, tim penyidik KPK pada pukul 18.00 WIB melakukan penangkapan di dua tempat.

"Melakukan tangkap tangan di dua tempat. Pertama di bagian kargo Bandara Soekarno-Hatta dan satu lagi di tempat peristirahatan atau KM 13 tol Jakarta -Merak," terang Johan di kantornya, Rabu (20/6/2012) malam.

Menurut Johan, Di bandara dilakukan tangkap tangan terhadap Kasub di bagian kargo Bea dan Cukai berinsial W (WahYono), dan dua dari pihak swasta berinisial E (Edi) dan A (Aan).

Sedangkan di jalan tol Jakarta-Merak dilakukan tangkap tangan terhadap enam orang. Yaitu, A (Andrew/warga AS), R (Roy), dan dua orang yang belum diketahui identitasnya. Namun, dua orang itu disinyalir seorang sopir dan seorang sekuriti.

Johan menceritakan, W diduga menerima uang yang terkait dengan proses pengurusan dokumen barang-barang yang tertahan di Bea dan Cukai milik A dan perusahaan tempat A bekerja. Diungkapkan barang tersebut telah tertahan selama 4 bulan lebih.

"Di TKP kita temukan uang Rp 104 juta di tangan A Dan di tangan E Rp 6 juta. Satu lagi di tangan R masih dihitung," kata Johan.

KPK, lanjut Johan menduga ada pemerasan yang dilakukan W kepada A melalui perantara yang namanya telah disebut tadi.

Saat ini, ketujuh orang tersebut sedang menjalani pemeriksaan oleh penyidik di kantor KPK dalam waktu 1x24 jam sejak dibawa ke kantor KPK.

Johan menambahkan, berdasarkan keterangan sementara, barang-barang berupa peralatan gedung dan rumah milik A itu dibawa dari luar negeri ke Indonesia dan kemudian tertahan selama empat bulan di Bea dan Cukai.

Untuk mengeluarkannya, A dimintai uang yang menurut pengakuannya sebesar Rp 150 juta.

BACA JUGA:

  • KPK Tangkap 2 Pegawai Bea Cukai. 1 WNA dan 4 Pengusaha
  • Polri Bongkar Sindikat Narkoba Internasional di Pademangan
  • Dhana Widyatmika Ditahan di Rutan Salemba
  • Mabes Polri Kirim 105 Personel Brimob ke Kepri
  • Uji Coba Tombol Panik Button Baru Dilakukan Minggu Depan
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.