Cerita Mahmoud Eid Jalani Ramadhan di Swedia, Menikmati Momen Bersama Keluarga

Bola.com, Swedia - Gelandang Persebaya Surabaya, Mahmoud Eid, menjalani Ramadhan tahun ini di negara asalnya, Swedia. Dia tidak bisa mengikuti agenda bulan suci di Indonesia karena harus pulang akibat pandemi COVID-19.

Sebenarnya, tahun ini menjadi kesempatan pertama bagi pemain berusia 26 tahun itu merasakan momen Ramadhan di Indonesia. Dia juga penasaran bisa melewatinya di negara dengan mayoritas umat muslim ini. Sayang, Mahmoud harus menundanya.

Pemain berdarah Palestina itu mengambil hikmah di balik pandemi yang kini masih terjadi di seluruh dunia. Mahmoud Eid bisa berkumpul dengan keluarganya yang tinggal Nykoping, sebuah kota yang terletak di barat daya Stockholm.

“Selalu istimewa bisa melewati Ramadhan bersama keluarga. Masakan ibu saya sangat lezat, seluruh anggota keluarganya biasanya datang ke rumah untuk makan bersama. Sebagai hidangan pelengkap, ibu juga membuat banyak kue,” ungkapnya.

Saat pertama kali tiba di Indonesia pada Januari 2020, Mahmoud sempat bertanya kepada Bola.com  mengenai banyak hal mengenai budaya islam di Indonesia. Salah satu yang ditunggunya adalah momen bulan Ramadhan ini.

Sebagai gambaran, Ramadhan di Surabaya selalu berlangsung meriah dengan berbagai budaya yang menghiasinya. Salat tarawih di Masjid Al Akbar (atau biasa disebut masjid agung) selalu ramai, diiringi dengan wisata kuliner di sekitar area masjid.

Lalu, kawasan Surabaya Utara yang dikenal sebagai kampung Arab juga menjadi wisata religi. Gelandang Persebaya Surabaya itu sempat berencana ingin merasakan wisata di daerah tersebut selama bulan Ramadhan ini. Sayang, dia harus puas tetap berada di negara asalnya.

 

Suasana Ramadhan di Swedia

Gelandang asing Persebaya Surabaya, Mahmoud Eid. (Bola.com/Aditya Wany)

Ramadhan di Swedia yang dilakoni oleh Mahmoud berjalan seperti biasanya. Swedia merupakan negara masyarakat muslim sebagai minoritas. Namun, pemerintah negara Skandinavia itu memberikan fasilitas kepada seluruh pemeluk agama tanpa terkecuali.

Keluarga Mahmoud Eid terbiasa menjalaninya dengan baik bersama banyak imigran yang juga berasal dari Timur Tengah. Pemerintah sekuler Swedia juga tidak pernah bertindak menyinggung SARA sehingga seluruh warga negara benar-benar dijamin memperoleh hak beragama.

“Saya tidak pernah merasakan rasisme di Swedia. Seluruh orang Swedia ramah, mereka tidak melihat latar belakang ras atau agama. Pemerintah juga terbuka, buktinya di sini juga banyak masjid,” imbuh pemain Timnas Palestina yang pada musim 2020 ini pertama kali merasakan atmosfer sepak bola di Indonesia bersama Persebaya Surabaya.

Video