Cerita Mama-Mama Ternate yang Jualan Setiap Hari di Tengah Ancaman Covid-19

Liputan6.com, Ternate - Siapa sangka, banyak PNS yang saat ini dirumahkan. Konon katanya, mereka akan bekerja dari rumah hingga pandemi virus Corona Covid-19 berakhir. Dari rumah mereka bekerja, makan, dan setiap bulan menerima gaji.

Pemandangan tersebut akan berbalik jauh jika dihadapkan dengan mereka yang hanya mengandalkan harian. Harus keluar rumah untuk mendapatkan uang, seperti mama-mama yang berjualan di pasar-pasar, depan swalayan, depan toko grosir, di wilayah Kota Ternate.

Mama-mama atau ibu-ibu (dalam sebutan bahasa Indonesia) ini dikenal sebagai pedagang kecil. Bermodal kepercayaan pemasok barang dagangan dari Halmahera, untuk dijual lagi.

Kali ini, Liputan6.com menyambangi lokasi pasar tempat mama-mama mencari uang. Meski, di tengah ancaman penularan wabah Corona Covid-19, mereka tetap keluar demi hidup. Tak mengenal, siapa saja yang datang membeli jualannya, mereka layani dengan sangat baik.

“…setiap hari memang seperti ini. Kalau tidak keluar, siapa yang kasih makan,” ucap Rahma, wanita 56 tahun, yang sehari-hari berjualan di depan Pasar Higienis, Gamalama, Jumat sore WIT.

Rahma bilang, pekerjaannya sebagai pedagang kecil tersebut ditekuni untuk membiayai tiga anaknya yang saat ini menempuh pendidikan di Universitas Khairun dan STIKIP Ternate.

“Selebihnya itu pakai makan untuk setiap hari. Jadi, mama memang sudah begini sebelum virus corona (mengancam). Mama tau kalau ini bahaya tapi mau bagimana,” dia menerangkan.

Hal senada, disampaikan Nurbaiti, wanita asal Kayoa, Halmahera Selatan. Ibu empat anak itu sehari-hari berjualan beberapa jenis pisang untuk membiayai anaknya yang sekolah.

“Saya dengan mama Rahma ini sama saja. Torang (kami) berjualan untuk hidup hari-hari. Kalau tara kaluar (tidak keluar) itu sapa (siapa) yang mau kasih makan,” lanjut Nurbaiti.

“Apalagi hidup di kota, ini susah. Tara karja (tidak kerja) tara makan, tara dapat uang,” ujarnya.

Mewakili rekan mama-mama yang lain, yang senasib dengan Rahma dan Nurbaity, di pasar tersebut, keduanya meminta ada perhatian pemerintah di tengah ancaman virus Corona Covid-19.

“Kami berjualan di sini juga ikhtiar kuat. Kalau rasa gatal di muka itu torang cuci tangan dulu sebelum pegang muka. Sebelum makan, di sini pun cuci tangan. Semua mama-mama di sini tako (takut) tertular, tapi mau bagimana, pendapatan torang ini harian,” sambung Rahma.

“Kalau kami ini PNS (atau karyawan) yang ada gaji tiap bulan, boleh. Biar kerja di rumah tapi digaji, bisa hidup. Tapi kalau rakyat kecil seperti mama ini mau bagaimana,” ucap dia.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

Cegah Virus ala Mama-Mama

Aktivitas warga dan pedagang di sepanjang Pasar Higienis dan Barito, Kelurahan Gamalama, Ternate Tengah, Ternate. (Hairil Hiar/Liputan6.com)

Rahma bilang, panduan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir serta menjaga jarak yang disosialisasikan oleh Pemerintah Kelurahan Gamalama pun diterapkan mama-mama.

Ia menyatakan, sosialisasi itu setelah satu kasus pasien positif Covid-19 muncul di Ternate. Selain sosialisasi, juga terdapat bantuan masker dan hand sanitizer masing-masing satu buah.

“Bantuan masker itu hanya satu kali. Tapi mama pakai satu hari itu saja dan langsung buang. Ini karena masker yang diberikan itu dari bahan pelindung pakai habis,” Rahma menuturkan.

Rahma bersama mama-mama yang lain lantas berinisiatif membeli masker berbahan kain yang dijual di wilayah sekitar pasar itu. Sebab, aktivitas mereka dilakukan tiap hari.

“Mama beli 2 buah. Kalau kotor mama ganti yang bersih dan yang kotor cuci lagi. Selain itu, mama dan tong (kami) di sini juga beli tisu basah untuk bersihkan tangan,” kata Rahma.

Selain upaya pencegahan penularan virus yang dilakukan itu, sebelum keluar rumah Rahma selalu memantapkan niat ke pasar untuk mencari rezeki di jalan yang baik.

“Mama selalu berdoa supaya semua di sini yang berjualan ini dijauhkan dari wabah bahaya (Covid-19). Supaya torang cari rezeki ini tidak dapat hambatan, dan dilindungi,” dia menjelaskan.

Simak juga video pilihan berikut ini: