Cerita Mantan Kapolres OKU Timur AKBP Dalizon Terima Duit Rp10 Miliar

Merdeka.com - Merdeka.com - AKBP Dalizon dicopot dari jabatannya sebagai Kapolers Ogan Komering Ulu (OKU) Timur. Perwira Menengah (Pamen) Polri tersandung kasus korupsi yang menyeret anak mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin, Dodi Reza.

Tidak tanggung-tanggung, AKBP Dalizon mengantongi Rp10 miliar hasil praktik culasnya.

Praktik korup AKBP Dalizon dilakoni saat menjabat Kasubdit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumsel tahun 2020 lalu.

Saat itu, AKBP Dalizon diduga memeras dan menerima gratifikasi proyek di Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Musi Banyuasin.

Dalam dakwaan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyebutkan gratifikasi diterima terdakwa Dalizon atas paket proyek di Dinas PUPR Musi Banyuasin tahun anggaran 2019 dengan total fee Rp10 miliar. Uang tersebut diberikan seseorang di dalam dua kardus ke rumah terdakwa di Palembang.

Modus

Modusnya, dengan cara memaksa Kepala Dinas PUPR Musi Banyuasin Herman Mayori untuk memberikan fee sebesar 5 persen terkait penyidikan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel. Terdakwa mengancam akan melanjutkan penyidikan jika permintaannya tidak dikabulkan.

Fee tersebut masing-masing Rp5 miliar dengan tujuan tidak melanjutkan penyidikan dan sisanya untuk pengamanan agar tidak ada aparat penegak hukum lain melakukan penyidikan atas upaya tindak pidana korupsi di dinas itu.

Aliran Dana ke Atasan

Setelah uang diberikan, terdakwa tetap memproses kasus itu dengan administrasi abal-abal. Perbuatan jahat terdakwa bertujuan untuk mendapatkan uang dari proyek di Musi Banyuasin.

JPU menyebut aliran fee proyek diterima Anton Setiawan yang saat itu menjabat Direktur Reskrimsus Polda Sumsel. Anton diberikan uang oleh terdakwa Dalizon sebesar Rp4,750 miliar.

Kata Polda Sumsel

Saat dikonfirmasi, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Supriadi membenarkan isi dakwaan JPU terhadap AKBP Dalizon.

"Kami sampaikan itu benar adanya bahwa ada oknum Polda yang menerima aliran dana tersebut, terhadap oknum tersebut saat ini sedang ditangani oleh Bareskrim Mabes Polri," kata Supriadi saat dikonfirmasi, Selasa (25/1).

Pun, AKBP Dalizon telah diproses Propam Mabes Polri. Ia mempersilakan penyidik dari Mabes Polri melakukan pemeriksaan terhadap anggota Polda Sumsel yang kedapatan turut serta dengan aksi AKBP Dalizon.

"Kalau butuh saksi yang diperiksa lagi tidak menutup kemungkinan, tapi yang ditangani Mabes Polri baru AKBP Dalizon. Tugas Polri memberikan pelayanan ke masyarakat, kalau memang harus diproses, ya diproses, jangan ada kepentingan," ungkapnya. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel