Cerita Manusia-Manusia Perkasa dari Kampung Pandai Besi Kampar

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Pekanbaru - Pandemi Covid-19 tak lantas membuat Abbas berhenti menghasilkan alat pertanian dari tangan tuanya. Saban hari, pria 73 tahun ini, menempa baja dan besi di bangunan semi permanen pinggir Sungai Kampar, di Desa Teratak, Kecamatan Rumbio Jaya, Kabupaten Kampar.

Bagi ratusan warga di sana, bahkan sampai ke desa tetangga, kakek 13 cucu ini menjadi pahlawan kehidupan. Abbas sejak tahun 1960 sudah mengalirkan ilmu pandai besinya ke warga lain sehingga menjadi sumber pendapatan utama.

Abbas bercerita, menasbihkan diri menjadi pandai besi dilakukannya sejak tamat dari sekolah rakyat (setara sekolah dasar) pada 1960. Dia pun kini menjadi kepala tukang di Industri Kecil Menengah (IKM) Rumbio Jaya Steel (RJS).

Saat pendemi Covid-19, Abbas bersyukur karena usaha turun-temurunnya itu tetap berjalan. Hal serupa juga dirasakan ratusan pandai besi lainnya sehingga ekonomi kampungnya terus terjaga.

"Mayoritas warga di sini hidup dari pandai besi, mereka juga belajar dari saya," kata Abbas, Senin siang, 9 November 2020.

Abbas mengatakan, RJS memproduksi alat pertanian, khususnya untuk perkebunan sawit. Produksinya sudah sampai ke mana-mana, tidak hanya di Riau.

Perjuangan Abbas di IKM ini didampingi Syarial. Pria 40 tahun yang juga merupakan sosok sentral di RJS ini menyebut usaha tersebut sudah turun-temurun sejak 60 tahun silam.

Hanya saja, baru setahun Syarial membentuk kelompok IKM meski daerahnya itu sudah lama berjuluk Kampung Pandai Besi. Sebelumnya, pandai besi di sana hanya beraktivitas di rumah masing-masing.

"Ada tiga desa yang mayoritas masyarakatnya menjadi pandai besi. Selain Desa Teratak, ada juga Desa Simpang Petai dan Pulau Payung," terang Syarial.

Selama ini, mereka memasarkan sendiri produknya. Bahkan, mereka pernah mengirim hingga ke Kalimantan, Aceh, dan beberapa provinsi lainnya di Sumatra. Hanya saja pesanan tersebut tak menentu.

Kerjasama Miliaran dari PTPN V

Abbas, sang pandai besi di Rumbio Jaya Steel yang menularkan ilmunya ke ratusan warga di Kabupaten Kampar dan bekerjasama dengan PTPN V. (Liputan6.com/M Syukur)
Abbas, sang pandai besi di Rumbio Jaya Steel yang menularkan ilmunya ke ratusan warga di Kabupaten Kampar dan bekerjasama dengan PTPN V. (Liputan6.com/M Syukur)

Pada awal tahun 2020, IKM RJS dilirik PT Perkebunan Nusantara V. Perusahaan negara bidang agroindustri perkebunan sawit dan karet dengan luas areal mencapai 78.000 hektare tersebut sepakat membeli alat-alat panen sawit dan karet dari RJS senilai Rp1,6 miliar lebih.

Menurut Kepala Pemasaran Rumbio Jaya Steel, Desrico Apriyus, kesepakatan tersebut ditandai dengan kontrak pertama pada Februari 2020 lalu atau sebulan sebelum Indonesia terdampak pandemi.

Dia mengatakan, kontrak pertama itu menjadi titik balik IKM RJS sehingga kini terus berkembang saat sebagian besar dunia usaha diselimuti kebimbangan.

"PTPN V sangat membantu karena pesannya awal pandemi, banyak orderan, kami jadi tertolong," kata Rico.

Dia mengatakan, saat ini seluruh pandai besi di kampung itu, termasuk pekerja di IKM RJS tengah mengerjakan pesanan miliaran rupiah itu. Alhasil, warga di sana pun mendapatkan pendapatan tetap Rp6 juta lebih per bulan.

Menurut Rico, angka itu lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi PTPN V tidak hanya sekedar membeli tapi juga turut produk-produk IKM-nya hingga tingkat nasional.

"PTPN V awal tahun ini mempromosikan langsung produk kami di depan Menteri Ketenagakerjaan, Ibu Ida Fauziah saat peringatan Bulan K3 di Pekanbaru. Lalu, belum lama ini kami juga diundang langsung untuk memperkenalkan produk kami di depan Ketua DPD RI, La Nyalla Mattalitti," urainya.

Selain itu, Rico mengatakan PTPN V juga kerap memfasilitasi RJS untuk ikut dalam kegiatan pelatihan dan pameran. Dukungan itu membuat tempat usahanya semakin dikenal bahkan kini mulai kebanjiran pesanan.

"Nama kami jadi dikenal dan sekarang ada lima perusahaan perkebunan lainnya yang juga telah memesan," kata Rico.

Selain penjualan langsung, RJS juga menjual produk hasil tani mereka melalui daring. Langkah itu ditempuh sebagai bagian untuk mendorong usaha sentra perajin besi di desa tersebut berkembang sesuai kebutuhan zaman.

Komitmen PTPN V

CEO PTPN V, Jatmiko K Santosa. (Liputan6.com/M Syukur)
CEO PTPN V, Jatmiko K Santosa. (Liputan6.com/M Syukur)

Di tempat terpisah, CEO PTPN V Jatmiko K Santosa menyebut kepercayaan kepada RJS karena kualitas produknya memenuhi standar nasional dan ekspektasi perusahaan.

Hal ini, sambung Jatmiko, juga merupakan komitmen perusahaan untuk mendukung program pemerintah agar mendongkrak perekonomian rakyat di tengah pandemi Covid-19.

"Kemitraan yang dibangun telah memberikan multiplayer effect sehingga mereka mendapatkan kepercayaan dari perusahaan perkebunan swasta untuk turut membeli produk lokal," jelas Jatmiko.

Jatmiko berjanji terus mendukung, termasuk rencana melibatkan Rumbio Jaya Steel untuk memperoleh dana modal kerja bergulir. Anggaran ini merupakan program kemitraan PTPN V pada 2020 ini.

"Keberadaan PTPN V untuk rakyat, dan kami bersyukur mampu menjalankan amanah negara untuk tumbuh bersama rakyat, bagi kami itulah salah satu jalan meneruskan perjuangan para pahlawan," tutur Jatmiko.

Simak Video Pilihan Berikut: