Cerita Megan Fox Tentang Perjuangannya Melawan Body Dysmorphia

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Menjadi seorang aktris bagi beberapa orang adalah pekerjaan yang mewah dan menyenangkan. Tidak jarang, publik memberikan ekspektasi tinggi kepada mereka, dan Megan Fox menjadi salah satu artis yang menghadapi banyak penilaian yang keliru terhadap dirinya.

Dalam sebuah wawancara bersama kekasihnya, Machine Gun Kelly, Megan menuturkan bagaimana asumsi publik tentang artis, khususnya pandangan tentang dirinya sendiri yang seringkali salah. Menurut Megan, banyak orang menilainya memiliki segalanya dan selalu tampil percaya diri.

TERKAIT: Megan Fox dan Machine Gun Kelly Umbar Kemesraan di Billboard Music Awards 2021

TERKAIT: Pengakuan Megan Fox dan Machine Gun Kelly yang Terlibat Cinta Lokasi

TERKAIT: Alasan Dibalik Perpisahan Megan Fox dan Brian Austin Green yang Menyakitkan

Terkait padangan itu, Meghan mengaku ia justru merasa tidak percaya diri dengan tubuhnya. “Ya, saya memiliki dismorfia tubuh. Saya memiliki banyak perasaan tidak aman yang mendalam,” ujarnya dalam wawancara tersebut, kepada British GQ Style.

“Kita mungkin melihat seseorang dan berpikir, ‘Orang itu sangat cantik. Hidup mereka pasti sangat mudah’. Mereka kemungkinan besar tidak merasa seperti itu tentang diri mereka sendiri,” lanjut Megan Fox.

Body Dysmorphia

Megan Fox (AFP)
Megan Fox (AFP)

Body Dysmorphia merupakan sebuah gangguan kesehatan mental yang menyebabkan penderitanya terus memikirkan kekurangan yang mereka miliki, baik itu benar-benar ada atau hanya perasaan mereka. Dalam tingkat yang serius, penyakit ini dapat membuat penderitanya kesulitan dalam situasi sosial dan kehidupan sehari-hari.

Pemeran “Transformers” ini tidak merincikan bagaimana gangguan dismorfik tersebut mengganggunya, tetapi ia sempat menyinggung masalah kesehatan mental lain yang dideritanya di masa lalu.

Masalah Kesehatan Mental di Masa Lalu

Megan Fox (THEO WARGO / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP)
Megan Fox (THEO WARGO / GETTY IMAGES NORTH AMERICA / GETTY IMAGES VIA AFP)

Telah berkarir di dunia hiburan selama 20 tahun tidak membuat Megan lupa dengan masa-masa kelam yang menimpanya di awal karirnya. Aktris kelahiran 1986 ini mengatakan bahwa ia hampir mencapai titik terendahnya setelah film “Jennifer’s Body” yang dibintanginya pada 2009 lalu. Pasalnya, setelah film tersebut rilis, ia kerap mendapat perlakuan tidak layak dan sering diekspos secara seksual di media dan film-film.

“Bukan hanya film itu, bahkan setiap hari dalam hidup saya, sepanjang waktu, dengan setiap proyek yang saya kerjakan dan setiap produser yang bekerja sama dengan saya,” lanjut Megan.

Meski menderita, Megan mengatakan bahwa ia tidak butuh permintaan maaf dari orang-orang yang memperlakukannya tidak baik. “Saya tidak butuh permintaan maaf,” ujarnya.

Kejadian tidak mengenakkan tersebut membuat Megan harus berjuang sendirian untuk keluar dari lingkaran hitam tersebut. Ia sampai sempat menghindari dunia hiburan beberapa tahun lalu untuk memulai perjalanan spiritual demi menemukan kembali kedamaian dalam dirinya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel