Cerita Megawati Jalani Lockdown 1,5 Tahun di Rumah

·Bacaan 2 menit

VIVA – Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri mengajak rakyat Indonesia memperkuat gotong royong dan disiplin, khususnya menerapkan protokol kesehatan dalam menghadapi pandemi COVID-19 yang semakin meningkat belakangan ini.

Megawati menyampaikan hal itu saat peresmian rumah adat (baileo), monumen, dan jalan Ir Soekarno, di Masohi, Maluku Tengah, secara virtual, di Jakarta, Senin, 21 Juni 2021.

Megawati mengaku dirinya mendapat informasi bahwa terjadi kenaikan angka penderita COVID-19 di setidaknya 10 provinsi, termasuk di Jawa Tengah dan DKI Jakarta.

Menurut dia, hal itu semua bisa terjadi karena ada kecenderungan warga yang kurang bersedia menegakkan kedisiplinan protokol pencegahan COVID-19.

"Kalau saya tanya, sudah bosan bu. Siapa yang tak bosan? Tapi apakah karena kita bosan maka boleh melanggar aturan, yang sebenarnya baik dari sisi kesehatan," kata Megawati dalam siaran persnya.

Megawati yang berbicara lewat virtual dari kediaman pribadinya di Jakarta, tidak memakai masker. Namun, dirinya tak memakai masker bukan karena tak disiplin, tetapi rumahnya tersebut sudah didisinfektan. Bahkan, Megawati mengaku telah menjalani 'lockdown' di rumahnya sendiri.

"Saya sendiri di-lockdown oleh anak-anak saya. Tak boleh kemana-mana, sudah 1,5 tahun. Makanya mayoritas saya webinar terus. Saya sebenarnya ingin ke Masohi, tetapi bagaimana lagi? Kan demi menjaga kesehatan," kata Megawati.

Berada di rumahnya sendiri tidak menghalangi Megawati untuk melakukan aktivitasnya. Sebagai ketua umum partai, dirinya tak boleh ke kantor partai. Apalagi Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menutup kantor partai demi mengurangi aktivitas.

"Tetap bisa produktif. Saya sudah menjalani 103 webinar kegiatan partai," papar Megawati.

Selain memperkuat disiplin, Megawati meminta agar kegotongroyongan dengan menguatkan rasa kemanusiaan sehingga ada tindakan nyata berbagi demi meringankan beban saudara-saudara yang membutuhkan.

"Mari bergotong royong mengatasi pandemi dan saling mengingatkan untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan," kata Megawati.

Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan partainya memang terus mencermati perkembangan akibat COVID-19 dimana lonjakan penderita sangat mengkhawatirkan. PDI Perjuangan mengajak semua warga bergotong royong mengatasi COVID-19.

"Kami menempatkan penanganan COVID-19 sebagai prioritas utama. COVID-19 dan variannya tidak bisa dipandang remeh," kata Hasto.

PDIP sudah menegaskan berbagai program partai seperti membantu penegakan disiplin penggunaan masker, jaga jarak, cuci tangan, program preventif dengan hidup sehat serta meningkatkan daya imunitas tubuh.

Termasuk program mendorong gerakan menanam tanaman yang bisa dimakan serta program gotong royong untuk masyarakat yang terkena COVID-19.

"Kantor DPP PDI Perjuangan memang diputuskan untuk ditutup sebagian untuk mengurangi aktivitas. Sebagian bekerja dari rumah," ujar Hasto. (Antara)

Baca juga: Megawati Ingin Populerkan Salam Pancasila, Ini Alasannya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel