Cerita Megawati, Saat Bung Karno Minta Dicarikan Kuda Jinak

·Bacaan 2 menit

VIVA – Patung Presiden RI pertama, Soekarno atau yang akrab disapa Bung Karno, berdiri kokoh di Gedung Kementerian Pertahanan, Jalan Medan Merdeka Jakarta. Ternyata, Proklamator itu sebenarnya bukan orang yang lihai menunggangi kuda.

Putri Bung Karno, yang juga Presiden RI ke-5 Megawati Soekarnoputri, menceritakan mengenai ayahnya itu dengan kisah saat pertama menunggangi kuda.

Untuk memperingati Hari Angkatan Perang pertama pada 1946, Bung Karno diminta melakukan inspeksi pasukan menggunakan kuda. Karena belum pernah menunggangi kuda, ia harus berlatih. Tiga hari sebelum pelaksanaan, Bung Karno meminta dicarikan kuda, tapi yang jinak.

Baca juga: Megawati dan Prabowo Resmikan Patung Bung Karno Berkuda

"Saya dengar ceritanya dari ibu saya, waktu itu sangat panik. Karena seperti apa yang dikatakan, (Bung Karno) tidak tahu bagaimana menunggang kuda," kata Megawati, saat meresmikan patung itu di halaman Gedung Kemenhan RI, Minggu 6 Juni 2021.

Ketua Umum DPP PDI Perjuangan itu menceritakan hal tersebut, setelah sebelumnya Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyampaikan sambutan. Bahwa kata Prabowo, pada 1946 itulah pertama kalinya Bung Karno naik kuda, saat inspeksi pasukan. Megawati mengamini kisah yang dijelaskan Prabowo tersebut.

"Karena sebagai Presiden pada waktu itu, ini menurut cerita ibu saya, maka beliau (Bung Karno) minta untuk dicarikan kuda yang jinak. Saya tak dapat membayangkan mendengar cerita ibu saya itu, bagaimana seorang panglima tertinggi kudanya itu jinak. Tentunya, seharusnya (kudanya) garang ya," kata Megawati tersenyum.

Selama beberapa hari itu, Bung Karno berlatih untuk bisa naik kuda. Hingga pada ia bisa, dan pada saat peringatan Hari Angkatan Perang pertama itu, Bung Karno menginspeksi pasukan menggunakan kuda.

"Disebut Angkatan Perang pada waktu itu dan sekarang menjadi Tentara Nasional Indonesia," kata Megawati.

Selain Megawati, hadir juga anggota keluarga Bung Karno lainnya. Yakni putra Megawati yakni Prananda Prabowo bersama istri Nancy Prananda. Hadir juga Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto.

Sesaat sebelum penandatangan prasasti, Menhan terlihat memanggil Prananda Prabowo ke depan untuk mendampingi Megawati. Usai meneken prasasti, Megawati pun menekan tombol hingga patung terlihat.

Ikut hadir sejumlah menteri dan pejabat seperti Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Kelautan dan Perikanan Wahyu Trenggono, KSAD Jenderal Andika Perkasa, Kepala BIN Budi Gunawan, serta para wakil kepala staf angkatan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel