Cerita Menarik dari Piala Dunia 1978 ke Piala Dunia 1998 : Ada Kisah Eks Pemain Pelita Jaya dan Liga Indonesia

Bola.com, Jakarta - Piala Dunia 1978 merupakan tonggak sejarah penting Argentina di pentas Piala Dunia. Itulah kali pertama Argentina memenangkan kompetisi sepak bola terakbar.

Pada edisi perdana, 1930, Argentina nyaris naik podium kehormatan. Bertemu tuan rumah Uruguay di final, La Albiceleste takluk 2-4.

Di edisi 1978, Timnas Argentina menjadi tuan rumah turnamen dan berada di bawah tekanan besar untuk memenangkan kejuaraan. Lawan mereka adalah Belanda yang brilian.

 

Tancap Gas Kempes

Mario Kempes saat tiba di Indonesia. (Dok. Repro GO)
Mario Kempes saat tiba di Indonesia. (Dok. Repro GO)

Belanda adalah penguasa total football dan satu di antara favorit memenangkan final, meski tak diperkuat bintang mereka Johan Cruyff. Pada 1974, Belanda gagal partai puncak. De Oranje ditundukkan oleh Jerman Barat 1-2. Buntut dari kekalahan itu, Cruyff memutuskan pensiun.

Mario Kempes yang menjadi bintang turnamen membuka skor tuan rumah pada menit ke-38. Belanda menyamakan kedudukan pada menit ke-82 via Dick Nanninga. Skor 1-1 bertahan hingga waktu normal.

 

Gol Mario

Pertandingan berlanjut ke babak perpanjangan waktu. Kempes kembali menjadi pahlawan Argentina, seperti yang dia lakukan sepanjang turnamen. Kempes kembali membawa negaranya unggul 2-1 pada menit ke-105.

Kempes, pemain yang sempat merumput di Liga Indonesia bersam Pelita Jaya, menerima umpan terobosan. Luar biasa, ia berhasil melewati dua bek Belanda dan berhadapan satu lawan satu dengan kiper Belanda.

Awalnya, tembakan Kempes bisa dihalau dengan kaki kiper lawan. Namun Kempes masih bisa memanfaatkan bola rebound dengan baik.

Argentina kian tak terbendung. Sepuluh menit kemudian, Daniel Bertoni memastikan kemenangan Tim Tango menjadi 3-1. Belanda kalah.

Kempes pahlawan Argentian sepanjang masa. Untuk menghormati jasa-jasanya, Stadion Cordoba di Argentina berganti nama menjadi Stadion Mario Alberto Kempes.

 

Aturan Golden Goal

Dari Argentina, kita berangkat ke Prancis, dimana mereka dipercaya sebagai tuan rumah Piala Dunia 1998. Di edisi ini, aturan gol emas diperkenalkan membuat tim-tim bermain lebih ofensif di babak perpanjangan waktu.

FIFA mendapatkan apa yang mereka inginkan di pertandingan pertama mereka di mana aturan baru digunakan. Pada babak pertama babak sistem gugur, Prancis, bertemu tim underdog Paraguay.

 

Bukti Proses

Kemenangan Tim Nasional Prancis pada perhelatan Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000 tak lepas dari penampilan gemilang pemain gelandang serang ini. Namun yang paling mengesankan ketika pemain berketurunan Aljazair ini menunjukkan aksi sihirnya di Piala Eropa tahun 2000 silam (Foto: AFP/P. Hertzog)
Kemenangan Tim Nasional Prancis pada perhelatan Piala Dunia 1998 dan Piala Eropa 2000 tak lepas dari penampilan gemilang pemain gelandang serang ini. Namun yang paling mengesankan ketika pemain berketurunan Aljazair ini menunjukkan aksi sihirnya di Piala Eropa tahun 2000 silam (Foto: AFP/P. Hertzog)

Pertandingan berlangsung sangat menegangkan karena ada banyak tekanan dari Les Blues untuk tampil lebih baik. Mereka mampu menciptakan beberapa peluang, namun Paraguay mampu menahannya. Pertandingan pun berlanjut ke perpanjangan waktu tanpa gol.

Akhirnya, pada menit ke-113, Laurent Blanc mendapat umpan silang dan melepaskan tendangan voli untuk menaklukkan Chilavert, kiper Paraguay. Itu adalah gol emas pertama dalam sejarah Piala Dunia dan seluruh bangsa menghela nafas lega.

 

Juara Dunia

Kemenangan Prancis di Piala Dunia 2018 adalah gelar piala dunia kedua yang berhasil diraih Didier Deschamps. Sebelumnya, ia juga merupakan salah satu pemain di skuad Les Bleus yang menjuarai Piala Dunia di tahun 1998. (AFP/Thomas Coex)
Kemenangan Prancis di Piala Dunia 2018 adalah gelar piala dunia kedua yang berhasil diraih Didier Deschamps. Sebelumnya, ia juga merupakan salah satu pemain di skuad Les Bleus yang menjuarai Piala Dunia di tahun 1998. (AFP/Thomas Coex)

Gol Blanc menjadi satu di antara gol paling berkesan dan penting dalam turnamen tersebut. Tanpa itu, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi karena Prancis hanya bisa menang 1-0.

Tiga pertandingan kemudian Prancis mengangkat trofi di kandang sendiri, Stade de France, Saint-Denis. Bertemu Brasil, Prancis menang 3-0.

Video Kenangan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel