Cerita Menarik Miliarder Dunia yang Jarang Diketahui Publik

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Tahun 2020 bisa dibilang menjadi periode paling makmur bagi para miliarder dunia. Seperti Elon Musk berhasil menyaingi kekayaan bersih Bill Gates sebagai orang terkaya kedua dunia. Hingga CEO dari Amazon, Jeff Bezos yang menjadi manusia pertama di dunia ini dengan kekayaan lebih dari USD 200 miliar.

Tapi di balik kesuksesan para miliarder dunia, beberapa diantaranya selalu mempunyai cerita menarik di belakang layar yang terkadang disembunyikan dari perhatian publik.

Berikut ini adalah 4 cerita miliarder paling mengejutkan, dimulai dari kebohongan bisnis Kylie Jenner hingga meninggalnya seorang CEO Miliarder dari perusahaan retail online, seperti melansir Forbes, Senin (11/1/2021)

1. Kebohongan di Balik Bisnis Kosmetik Kylie Jenner

Sudah lebih dari satu dekade, keluarga Kardashian - Jenner membuat para konsumen merasa letih terhadap informasi ataupun gosip yang berhubungan dengan publik figur tersebut.

Tapi jika membahas soal kekayaan dari Kardashian, tidak dipungkiri bahwa berbagai pihak akan tertarik untuk menguliknya. Kekayaan dari keluarga Kardashian-Jenner pun menjadi subjek pembicaraan di artikel, podcast maupun buku.

Jadi saat Kylie Jenner di kabarkan berhasil menjual 51 persen dari Kylie Cosmetics miliknya kepada raksasa kecantikan Coty dalam kesepakatan senilai USD 1,2 miliar Januari pada Januari lalu, menjadi momen yang menentukan bagi keluarga kardashian.

Angka tersebut pun menjadi salah satu pembayaran terbesar terhadap selebritas dalam sepanjang masa.

"Kylie adalah ikon zaman modern, dengan selera konsumen kecantikan yang luar biasa," kata Pimpinan Coty, Peter Harf saat mengumumkan akuisisi pada bulan November lalu.

Namun terkadang kenyataan tidak seindah apa yang dipertontonkan kepada publik. Pengajuan akuisisi oleh Coty yang diperdagangkan secara publik selama enam bulan terakhir mengungkapkan salah satu rahasia yang paling dijagaoleh keluarga Kardahsian.

Ternyata bisnis Kylie Jenner selama ini secara signifikan lebih kecil, dan kurang menguntungkan dari apa yang sudah dikeluarkan keluarga, untuk mempromosikan penghasilan dan kekayaan mereka kepada berbagai outled media, termasukForbes sendiri.

“Dapat dikatakan bahwa semua yang dilakukan keluarga Kardashian-Jenner terlalu dibersar-besarkan. Agar terus bisa sesuai dengan mereknya, angka penjualan dan pendapatan harus lebih besar dari sebenarnya," kata Stephanie Wissink, Analis ekuitas yang meliput produk konsumen di Jefferies.

Berdasarkan data terbaru ditambah dengan dampak pandemi terhadap saham produk kecantikan dan kekuatan belanja konsumen, Forbes mengestimasi bahwa Kylie Jenner hanya mengantongi sekitar USD 340 juta setelah pajak dari penjualan. Nilai kekayaan ini belum cukup menjadikan Jenner seorang miliarder.

2. Tragedi Kesehatan Mental dan Kecanduan dari Tony Hsieh

Tony Hsieh merupakan Entrepreneur Internet dan Kapitalis Ventura asal Amerika. Tony adalah CEO dari toko sepatu dan pakaian online, Zappos.com.

Sebelum bergabung ke Zappos, Hsieh ikut mendirikan jaringan periklanan internet LinkExchange, yang kemudian dijual ke Microsoft pada 1999 senilai USD 265 juta.

Dia diketahui meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran di kediamannya pada 18 November 2020, di New London.

Pada Agustus sebelumnya, Tony Hsieh, diketahui mengundang penyanyi dunia, Jewel. Sesaat Jewel tiba, dia ikut memainkan set akustik pribadi untuk sekitar 50 penduduk dari komunitas yang dibangun Hsieh di Pulau necker Richard Branson.

Kehadiran Jewel untuk menghibur penduduk yang dibangun Hseish di pulau tersebut pun seharusnya berlangsung seminggu.

Tapi hanya dalam satu hari, Jewel memutuskan untuk pergi. Penyanyi tersebut pun pada akhirnya mengirim surat kepada Hsieh melalui FedEx dan menuliskan hal ini.

Dia memberikan kritik kepada Hsieh melalui surat, yang isinya dibagikan kepada Forbes, "Saya perlu memberi tahu Anda bahwa menurut saya anda tidak sehat. Saya pikir anda mengonsumsi terlalu banyak obat yang menyebabkan anda terlepas dengan diri anda sendiri," jelas Jewel.

Dia mengatakan jika orang-orang di sekitar Anda adalah orang-orang yang tidak peduli dan siap bersedia terlibat untuk melakukan aktivitas yang bisa membuatnya celaka.

Tepat seminggu setelah Thanksgiving, Hsieh meninggal karena kebakaran rumah yang mengejutkan di Connecticut, tempat dia menginap. Dia baru berusia 46 tahun saat itu.

Sejak saat itu pun, ucapakan duka cita telah dicurahkan Bill Clinton, Ivanka Trump hingga Jeff Bezos. Ribuan orang pun berbondong-bondong berbagi kenangan, foto, dan video dari seorang pria yang sangat dicintai, melestarikan warisan seorang pengusaha teknologi dan berhasil memberikan pengaruh tidak hanya pada rekan-rekannya, tetapi juga pada karyawan dan bahkan orang asing.

Tak banyak yang tahu jika, Hseish secara tertutup sedang kesulitan dengan masalah mental dan kecanduannya.

Forbes mewawancarai lebih dari 20 teman dekat dan kolega selama beberapa hari terakhir, dan satu kata yang sering muncul adalah tragedi.

Menurut teman dan keluarganya, Hseish mulai berubah drastis, saat Covid-19 mulai menghantam beberapa tujuan dan mimpi dari pria itu sendiri.

Berdasarkan pernyataan dari berbagi sumber, Hseih adalah seorang peminum berat, sering menggunakan narkoba, terutama nitrous oxide.

Selain itu, teman-temannya juga mengatakan bahwa Hseish sendiri bertarung dengan kesehatan mental, dimana dirinya sering merasa kesepian dan sulit untuk tidur.

3. Putus Sekolah, Jared Iasaacman Sekarang Terbangkan Jet Tempur

Ilustrasi Miliarder. Unsplash/Mathieu Stern
Ilustrasi Miliarder. Unsplash/Mathieu Stern

Salah satu filosofi yang dimiliki Isaacman dalam menjalani hidupnya adalah untuk memaksimalkan kehidupan dengan menjalani hobi dan gairah dari masing-masing manusia. "Anda hanya mendapatkan begitu banyak jam terbang,” katanya.

"Tidak terlalu banyak waktu di kehidupan ini, jadi hanya perlu memaksimalkan banyak hal selagi masih mampu melakukan hal tersebut."

Di usia 37 tahun, Isaacman tampaknya memang terlihat menggunakan waktunya secara maksimal. Isaacman sendiri memulai bisnis pertamanya saat dirinya berumur 15 tahun, setahun sebelum dirinya putus sekolah di jenjang pendidikan sekolah menengah awal.

Pada usia 28 tahun, dia pun berhasil membuat angkatan udara swasta terbesar di dunia, Draken International, yang dimana pada akhirnya Isaacman menjualnya kepada ke Blackstone dengan harga sembilan digit delapan tahun kemudian.

Hingga akhirnya pada bulan Juni lalu, Isaacman menjadi miliarder setelah sukses membawa perusahaanya, Shift4 Payments (perusahaan pembayaran hotel,e-commerce, makanan, retail dan lain-lain) melantai di bursa saham.

Shift4 Payments sekarang menangani pembayaran lebih dari USD 200 miliar setiap tahun untuk sepertiga restoran dan hotel di Amerika Serikat termasuk raksasa seperti Hilton, Four Seasons dan rantai restoran fast food seperti KFC dan Arby's.

4. Tyler Perry Mengubah Bisnis Entertainment Amerika

“Saya kebanyakan mengandalkan naluri dan insting saya. Saya suka menantang sistem dan melihat apa yang dapat saya lakukan secara berbeda. "

Hal itu pun ternyata menjadi strtegi bisnis yang cukup mumpuni di dunia entertainment, dimana terkadang sistem Hollywood bisa bertentangan dengan seseorang. Ditambah dengan latar belakangnya yang tidak mempunyai pendidikan ataupun mentor di dunia bisnis tersebut.

Sebagaian strategi dan produk dari Tyler Perry sendiri ditolak oleh pendirian Hollywood dan bahkan oleh tokoh kulit hitam seperti Spike Lee, yang pernah mencemooh pendekatan bisnis darinya.

Perry sukses di dunia entertainment karena dua hal. Pertama,, mengasah produk yang sudah dianggap banyak orang ditakdirkan tidak laku dan masuk ke tempat diskon. Kedua Perry selalu memastikan bahwa dirinya selalu mengkontrol semua hal itu.

Pria berusia 51 tahun ini memiliki keseluruhan hasil kreatifnya, termasuk lebih dari 1.200 episode televisi, 22 film dan setidaknya dua lusin drama panggung, serta lahan studio seluas 330 hektar di Atlanta.

Dia menggunakan kekuatan kendalinya terhadap begitu banyak konten untuk mencapai kesepakatan dengan ViacomCBS yang membayarnya USD 150 juta setahun untuk konten baru.

Selain itu, ViacomCBS juga memberikan Perry saham ekuitas di BET +, layanan streaming yang memulai debutnya September lalu.

Forbes sendiri mengestimasi bahwa Perry telah memperoleh lebih dari USD 1,4 miliar pendapatan sebelum pajak sejak 2005.

Ini dia gunakan untuk membeli rumah di Atlanta, New York, Los Angeles dan Jackson Hole, Wyoming, serta dua pesawat. Sesuai laporanpenghitungan dari Forbes, kekayaan bersih dari Perry sendiri mencapai USD 1 miliar.

Reporter: Yoga Senjaya Putra

Saksikan Video Ini