Cerita Menkes Budi Sadikin Dibully Netizen karena Testing Covid-19

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan testing (pemeriksaan) Covid-19 di Indonesia meningkat hingga delapan kali lipat jika dibandingkan dengan data Desember 2020.

Peningkatan terjadi setelah dirinya menjabat sebagai Menteri Kesehatan menggantikan Terawan Agus Putranto.

"Dilaporkan testing, tracing kita sudah naik mungkin tujuh sampai delapan kali lipat dari sejak saya lihat di Desember tahun lalu," ungkapnya dalam webinar Peran Kesehatan Respirasi Selama 76 Tahun Indonesia Merdeka yang disiarkan melalui YouTube RSUP Persahabatan, Kamis (9/9/2021).

Budi mencatat, pada Desember lalu, testing Covid-19 hanya berkisar 20.000 hingga 30.000 spesimen dari 15.000 hingga 20.000 orang per hari. Saat itu, dirinya mendapat bully dari netizen karena testing terbilang sangat rendah.

Saat ini, testing sudah naik menjadi 220.000 sampai 250.000 spesimen dari 130.000 hingga 150.000 orang per hari. Meski testing meningkat, Budi mengaku tetap mendapat perundungan dari netizen.

"Sekarang sudah naik testing jadi 220.000 sampai 250.000 per hari, orangnya mungkin 130.000 sampai 150.000 per hari. Ya, sama juga dibully. Jadi pengalaman saya kerja di public service ini apapun yang kita kerjakan dibully juga," ujar Budi sambil tertawa.

Mantan Wakil Menteri BUMN ini mengaku tak masalah mendapat serangan dari netizen. Yang terpenting dirinya berniat baik ingin menyelamatkan rakyat Indonesia dari Covid-19 melalui peningkatan testing.

"Enggak apa-apalah, yang penting niatnya baik menyelamatkan rakyat banyak. Itu konsekuensinya menjadi pejabat publik, ya mungkin mesti begitu," ucapnya.

Menteri Kesehatan yang dilantik pada tanggal 23 Desember 2020 ini berharap, ke depan testing terus meningkat seiring dengan perbaikan sistem pelacakan kasus kontak erat dengan Covid-19.

"Mudah-mudahan bisa terus naik sejalan dengan perbaikan yang kita lakukan di sistem pelacakan memastikan semua orang yang kontak erat bisa dilacak dan bisa dites secara efektif," kata Budi.

Tersting Meningkat, Kasus Harian Turun

Petugas medis melakukan tes usap PCR COVID-19 kepada warga di Puskesmas Kecamatan Duren Sawit, Jakarta, Kamis (22/7/2021). Pemerintah dalam waktu dekat akan meningkatkan testing dan tracing di wilayah padat penduduk. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Petugas medis melakukan tes usap PCR COVID-19 kepada warga di Puskesmas Kecamatan Duren Sawit, Jakarta, Kamis (22/7/2021). Pemerintah dalam waktu dekat akan meningkatkan testing dan tracing di wilayah padat penduduk. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengklaim testing Covid-19 di Indonesia sudah melampaui target Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO). Target WHO, testing dilakukan kepada 1 orang per 1.000 penduduk per minggu.

"Saat ini, Indonesia telah mencatatkan testing rate kita adalah 3,07 orang yang dites per 1.000 penduduk per minggu. Ini merupakan angka tiga kali lipat dibandingkan standar minimal WHO," ungkapnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Rabu (8/9).

Saat testing meningkat, kasus positif Covid-19 di Indonesia menurun sebesar 42 persen. Kasus kematian Covid-19 juga menurun hingga 29 persen pada pekan ini.

"Positivity rate nasional juga sudah kurang dari 10 persen. 14 Provinsi mencatat positivity rate-nya sudah kurang dari 5 persen," ujarnya.

Nadia mencatat, bed occupancy rate (BOR) atau keterisian tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 juga menurun. Kini tidak ada lagi rumah sakit yang memiliki BOR di atas 80 persen.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel