Cerita Menkes Cari Obat Penawar Gagal Ginjal Akut Fomepizole ke Banyak Negara

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menceritakan usaha dirinya mencari obat Fomepizole bagi pasien gagal ginjal akut. Sebab, obat tersebut tidak ada di Indonesia.

"Karena kita sudah sampai pada hipotesa bahwa penyebab dari penyakit ini adalah keracunan etilen glikol, dietilen glikol, etilen glikol butil eter, kita kemudian mencari antidotum-nya dan sudah ada Fomepizole. Dan kita langsung mencari karena di Indonesia enggak ada obatnya," kata Budi, dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (2/11).

Dia mengungkapkan, bahwa obat tersebut dimiliki oleh Singapura. Budi pun lantas menghubungi Menteri Kesehatan Singapura Ong Ye Kung, karena hubungan erat akhirnya dirinya memperoleh 30 vial.

"Akhirnya kita bisa beli 30 vial, kita mesti telepon juga ke menkesnya Singapura karena ini rupanya obat cadangan mereka ya. Mereka memiliki obat-obat National Emergency Stock, jadi kita mesti ambil dari National Emergency Stock," ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan, dia juga menghubungi Menteri Kesehatan Australia Mark Buttler. Australia lantas mendonasikan 16 vial Fomepizole kepada Indonesia.

Terakhir, dia menemui perwakilan Kementerian Kesehatan Jepang dan Kanada dalam gelaran prevent G20 pekan lalu. Kedua negara tersebut pun mendonasikan 200 vial dan sudah tiba di tanah air.

"Karena pasien kita sekarang tinggal 30 karena menurun drastis. Kita rasa cukup karena dibutuhkan 1-2 ampul per pasien," imbuh Budi. [ray]