Cerita Miliarder Silicon Valley Digugat Pejabat Kota Karena Kuasai Pantai

Liputan6.com, Jakarta Pejabat California menuntut miliarder Vinod Khosla, karena dinilai telah menyalahgunakan fasilitas selama lebih dari satu dekade. Dia dinilai menguasi pantai terpencil untuk kepentingan pribadinya. Tuntutan diajukan untuk memastikan bahwa masyarakat tetap bisa memiliki akses ke pantai tersebut.

Seperti mengutip laman AP, Rabu (8/1/2020), gugatan tersebut diajukan Komisi Pertanahan dan Pesisir Negara Bagian California kepada pengadilan setempat.

Mereka menuntut Vinod Khosla untuk menghilangkan semua gerbang dan tanda marka, pada akses jalan ke pantai yang menunjukkan bahwa akses tersebut merupakan aset pribadi Khosla.

Gugatan menyatakan bahwa tanpa perintah pengadilan, Khosla akan tetap memaksakan pembatasan akses yang untuk publik di Pantai Martins yang berlokasi dekat Half Moon Bay, sekitar 35 mil (56 kilometer) ke Selatan San Francisco.

Gugatan Sebelumnya

Kegiatan di Pantai (The Sun).

Ketua Komisi Pesisir California, Steve Padilla mengatakan dalam sebuah pernyataan. "Kita tidak bisa membiarkan hal ini terjadi. Setiap kali seseorang membeli properti pantai-itu adalah preseden berbahaya bagi masa depan akses publik di California."

Sengketa adalah salah satu dari banyak kasus yang diajukan ke Pengadilan di California. Konstitusi negara menjamin akses publik ke semua pantai.

Pertempuran hukum dimulai pada 2008, ketika Khosla yang turut mendirikan perusahaan teknologi Silicon Valley Sun Microsystems-membeli sebuah properti seluas 89-Acre senilai USD 32,5 juta. Dia kemudian membangun gerbang, dan memasang tanda No-akses di pintu masuk yang menjadi akses ke pantai.

Pemilik sebelumnya sebenarnya mengizinkan akses publik ke pantai dengan biaya tambahan. Namun Pengacara Khosla mengatakan biaya untuk menjaga pantai dan fasilitas lainnya jauh melebihi uang yang digelontorkan untuk biaya perawatan.

Kemudian yayasan nirlaba Surfrider menuntut. pengadilan banding negara memutuskan jika Khosla perlu mengajukan permohonan izin untuk pembangunan di pantai sebelum menutup jalan utama.

Setelah Mahkamah Agung AS menolak bandingnya di 2018, Khosla terus menuntut atas apa yang ia anggap sebagai gangguan dengan hak milik. Sementara itu, pengacaranya mengatakan sebenarnya akses jalan tetap dibuka pada siang hari untuk membayar pengunjung. Namun pejabat negara mengatakan pintu gerbang ke jalan belum terbuka secara konsisten.

 

Khosla Siap Hadapi Gugatan

Gugatan oleh lembaga negara menilai bahwa karena pantai telah digunakan masyarakat selama lebih dari satu abad, maka ada hak akses di bawah doktrin hukum umum.

"Sejauh dokumentasi secara historis, masyarakat telah menggunakan dan mengetahui pantai sebagai pantai umum, dan pemilik sebelumnya tahu bahwa penggunaan umum tidak mengganggu penggunaan tersebut," kata gugatan itu.

Pengacara Khosla mengatakan akan melawan gugatan terbaru tersebut. "Karena properti ini dibeli oleh klien kami, negara, dan kelompok aktivis kecil, telah berusaha untuk merebut properti pribadi klien kami tanpa kompensasi," kata Yob Kilmer Dori dalam sebuah pernyataan.

 

Reporter : Danar Jatikusumo