Cerita Miris Betapa Tercengangnya Rakyat Sri Lanka Lihat Isi Rumah Presiden

Merdeka.com - Merdeka.com - Sepanjang hidupnya, Rashmi Kavindhya mengatakan dia tidak pernah bermimpi bisa menginjakkan kaki ke dalam istana presiden Sri Lanka di Kolombo.

Sehari setelah massa menerobos masuk ke bangunan yang dijaga ketat itu, ribuan orang seperti Kavindhya berdesakan masuk untuk melihat langsung istana tersebut.

Istana yang ditempati Presiden Gotabaya Rajapaksa itu memiliki arsitektur gaya kolonial. Ada sejumlah beranda, ruang rapat, dan ruang keluarga, kolam renang, dan lapangan rumput yang luas.

Saat unjuk rasa besar pada Sabtu, di mana massa merangsek masuk ke istana, Presiden Gotabaya telah dipindahkan ke tempat yang aman.

"Lihat kemewahan dan kemegahan tempat ini," kata Kavindhya, yang datang bersama keempat anaknya.

"Kami tinggal di desa dan rumah kami kecil. Istana ini milik rakyat dan dibangun dengan uang rakyat," lanjutnya, dikutip dari BBC, Senin (11/7).

Ribuan pria, wanita, dan anak-anak berusaha masuk ke dalam istana dan beberapa koordinator demonstran mengendalikan kerumunan. Polisi dan pasukan khusus hanya berdiri di pojok dan diam-diam memantau kerumunan.

Warga juga melihat ruangan demi ruangan. Ada yang berswafoto di berbagai ruangan yang mereka masuki.

"Mimpi jadi kenyataan bagi saya bisa melihat istana seperti ini," kata seorang warga, AL Premawardene.

"Kami menunggu dalam antrean panjang demi minyak tanah, gas, dan makanan, tapi Rajapaksa menjalani hidup yang berbeda."

Piknik dan berenang di istana

berenang di istana rev1
berenang di istana rev1.jpeg

Kolam renang paling menarik perhatian. Para keluarga yang datang ke istana itu berdiri sembari mengagumi kolam renang tersebut. Seseorang bertempuk tangan dan berteriak saat seorang pria muda menceburkan diri ke kolam di mana pada hari sebelumnya para pengunjuk rasa terekam berenang di kolam yang sama.

"Saya merasa sedih," ujar Nirosha Sudarshini Hutchinson, yang datang bersama dua putrinya yang remaja.

"Seseorang dipilih sebagai presiden melalui jalur demokrasi harus lengser dengan jalan yang memalukan. Kami sekarang malu pernah memilih dia. Rakyat ingin mereka kembalikan uang yang mereka curi dari negara."

Sekelompok pria tampak bersantai di tempat tidur di dalam istana tersebut. Bahasa nasional Sri Lanka, Sinhala dan Tamil, juga bahasa Inggris terdengar di sepanjang koridor. Kegembiraan yang dirasakan para pengunjung istana itu sangat jelas.

Di luar istana, di lapangan rumput yang luas, berkeliaran ratusan orang. Sebuah keluarga menggelar piknik di lapangan rumput.

Warga Sri Lanka merasa unjuk rasa berbulan-bulan yang dipicu krisis ekonomi terburuk telah berhasil menggulingkan para pemimpin negara tersebut, yang mereka salahkan atas kemerosotan ekonomi. Sekilas gaya hidup para pemimpin mereka yang tercermin dari kemewahan istana itu membuat mereka semakin geram. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel