Cerita Muslim New York Ajarkan Arti Berbagi Kepada Sesama Selama Ramadan

Merdeka.com - Merdeka.com - Muhammad Harby berpuasa dari subuh hingga maghrib selama bulan Ramadan. Setelah berbuka puasa, dia pergi dari Brooklyn menuju Midtown Manhattan setiap hari untuk bertemu dengan ratusan tunawisma di New York. Dia dan sesama sukarelawan muslim lainnya membagikan makanan kepada para gelandangan itu.

Mereka menyajikan ayam dan nasi, sayuran, dan buah-buahan dari mobil truk yang dikelola Muslim Giving Back, lembaga amal yang berkantor di Sunset Park, Brooklyn. Ajaran Islam mengatakan muslim untuk bersedekah dan membantu sesama di sekitar mereka.

Bagi Harby, seorang guru kung fu yang datang ke Amerika Serikat pada 1995, tidak ada tempat yang lebih baik untuk merayakan Ramadan ketimbang New York.

"Percaya atau tidak, saya suka Ramadan di New York ketimbang di Mesir, " kata dia, seperti dilansir laman the New York, Jumat (29/4). "Di kampung halaman, saya akan menghabiskan waktu dengan teman dan keluarga, diundang ke sana ke mari, dan tidak fokus untuk beribadah. Di sini saya bisa fokus ibadah dan menolong sesama."

Beribadah dan menolong sesama adalah inti ajaran Islam. Non-muslim biasanya mengenal Ramadan sebagai bulan puasa, tapi sesungguhnya bulan ini juga adalah bulannya beramal sedekah, baik di New York atau di belahan dunia lain.

Di New York, jutaan dolar disedekahkan saban Ramadan. Ada hampir 800.000 muslim di New York, sekitar sembilan persen dari populasi dan 22 persen dari keseluruhan populasi muslim di Amerika Serikat, menurut data Institut for Social Policy and Understanding, yang mempelajari muslim Amerika.

Muslim New York terdiri dari beragam komunitas yang anggotanya berasal dari puluhan negara dan memiliki latar belakang dari mulai pekerja kantoran sampai buruh berupah rendah. Islam adalah agama ketiga terbesar di kota itu setelah Kristen dan Yahudi.

Islam mewajibkan setiap muslim menyisihkan 2,5 persen dari harta mereka setiap tahun untuk berzakat, kata Khalid Latif, direktur eksekutif Islamic Center di Universitas New York. Ajaran ini berdasarkan pemahaman bahwa nasib baik seseorang sesungguhnya bergantung pada sesama di sekitar mereka.

Beramal baik atau memberi zakat di bulan Ramadan adalah perbuatan suci yang dilakukan terutama di 10 hari terakhir Ramadan.

Muslim New York bersedekah lebih dari USD 608 juta pada 2016, dengan rumah tangga muslim rata-rata menyumbang 33 persen lebih banyak ketimbang keluarga non-muslim di Amerika Serikat, menurut laporan 2018 dari Institute for Social Policy and Understanding.

"Muslim diajarkan bahwa harta kekayaan adalah ujian. Kita hanya dititipkan harta yang sesungguhnya milik Allah dan kita diuji seberapa tanggung jawab dan pantas kita mendapatkannya," kata Dalia Mogahed, direktur penelitian di institut itu.

The Zakat Fund of New York City adalah organisasi yang didirikan pada 2019 untuk mengumpulkan dan menyalurkan dana zakat kepada keluarga dan komunitas yang membutuhkan di wilayah New York, kata Nadia Khan, anggota dewan dari lembaga itu. Dia menuturkan, penerima dan pemberi zakat mendengar tentang lembaganya hanya dari mulut ke mulut.

The Zakat Fund sudah menggalang dana sebesar USD 2,5 juta dalam tiga tahun terakhir dari sekitar 25.000 pemberi zakat dan disalurkan kepada 1.600 keluarga di seantero kota, kata Khan.

Lembaga itu juga menyumbang lebih dari USD 200.000 kepada organisasi lokal termasuk the Bronx Defenders, the Violence Intervention Programme dan the Food Bank for NYC.

Ismail Ocasio, direktur eksekutif Muslim Giving Back mengatakan, lembaganya membutuhkan sekitar 50-75 persen dana operasional tahunan senilai USD 200.000 selama empat pekan Ramadan.

"Bagi kami, ini sama seperti salat di masjid," kata dia. "Anda harus salat di masjid dan harus memberi sedekah."

Selama Ramadan, lembaga amal itu memberi makan 250 orang di Brooklyn setiap hari dan 150 tunawisma di Herald Square. Muslim Giving Back juga mengadakan donor darah selain memberi makanan. Sejak didirikan pada 2012, lembaga ini sudah memperluas jangkauan operasional mereka hingga ke Dallas dan Houston.

"Ramadan itu seperti maraton," kata Ocasion. "Kami memulai bulan ini tanpa tahu bagaimana untuk membiayai semua ini, tapi komunitas selalu bekerja sama untuk mendukung kami sehingga kami bisa memberi makan banyak orang." [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel