Cerita Napi Lapas Semarang Patungan Enam Bulan Beli Sapi untuk Kurban Iduladha

Merdeka.com - Merdeka.com - 1.676 Narapidana yang menghuni Lapas Kelas IA Kedungpane Semarang menyumbang seekor sapi untuk kurban Iduladha 2022. Hewan kurban dibeli dari uang program pembinaan spiritual keagamaan dengan cara patungan.

Usai salat di Masjid At-Taubah para napi sangat antusias dan kompak memotong hewan kurban, Minggu (10/7).

Kepala Lapas Kedungpane, Tri Saptono Sambudji mengatakan, ribuan napi tahun ini menyumbang seekor sapi yang sudah dipersiapkan jauh-jauh hari sebelum hari Iduladha. Selain itu, terdapat pula hewan kurban sumbangan dari pegawai lapas dan warga sekitar.

"Di sini ada empat sapi dan 15 kambing kurban. Napi juga menyumbang seekor sapi," kata Tri Saptono, Minggu (10/7).

Informasi dari pihak Lapas Kedungpane menyebutkan hewan kurban yang terkumpul tepat hari Minggu (10/7) berjumlah 19 ekor. Daging kurban akan dibagikan kepada narapidana secara merata tanpa ada diskriminatif.

"Daging kurban diolah di dapur lapas. Lalu didistribusikan untuk seluruh napi dalam keadaan matang," ungkapnya.

Meski mendekam di balik jeruji besi, para napi masih mampu ikut berkurban. Salah satu caranya ada yang saling bergotong-royong patungan untuk dapat membeli sapi.

"Mereka dibui masih punya niat gotong royong dengan beli hewan kurban," jelasnya.

Seorang narapidana Lapas Kedungpane Rahman mengaku bersyukur akhirnya uangnya yang dikumpulkan selama enam bulan bisa diwujudkan dalam bentuk hewan kurban.

"Ini sudah saya niatkan sejak enam bulan. Semoga dapat bermanfaat dan menjadi amalan-amalan penyelamat saat di akhirat nantinya," kata terpidana yang meringkuk di Lapas Kedungpane selama tujuh tahun ini.

Sedangkan, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen yang turut hadir di Lapas Kedungpane juga menyumbang seekor kambing kurban.

"Jadi ini merupakan penghargaan tersendiri sehingga narapidana bisa turut menikmati daging kurban," kata Taj Yasin. [bal]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel