Cerita Pacar Dul Sebelum Kecelakaan

TEMPO.CO, Jakarta - Arin, yang dikabarkan menjadi teman dekat AQJ alias Dul, mengungkapkan kegiatan yang ia jalani bersama Dul sebelum terjadinya kecelakaan di Tol Jagorawi, pada Ahad dini hari, 8 September 2013. "Sore itu (Sabtu, 7 September 20130), Dul main ke rumahku di Pondok Labu," kata Arin memulai ceritanya saat dihubungi Tempo, Senin, 9 September 2013. 

Menurut Arin, saat itu musisi Ahmad Dhani, ayah Dul, menelepon dan menyuruh Dul datang ke pernikahan artis Judika-Duma Riris Silalahi di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta Timur. Namun Dul ternyata tidak datang menghadiri pernikahan itu. Karena takut dimarahi ayahnya, Dul mematikan semua telepon selulernya. 

Setelah itu, Dul bersama Arin, serta dua rekannya Nouval dan Diva pergi makan malam di Social House, kafe bernuansa Barat, di Grand Indonesia, Jakarta Pusat, hingga sekitar pukul 23.00. Setelah itu, Dul, Arin, serta Nouval, mengantarkan Diva pulang ke rumahnya.

Karena waktu semakin larut, Arin meminta Dul mengantarkannya ke kawasan Pondok Indah Mall, pusat perbelanjaan ternama di Jakarta Selatan, untuk menunggu taksi. Karena terlalu lama mengantre taksi sampai satu jam hingga pukul 24.00, akhirnya Dul berkukuh mengantarkan Arin.

Namun Arin berbalik ngotot tidak mau diantarkan oleh Dul, karena ia mengaku tidak mau merepotkan. "Aku tuh tidak suka dianterin. Makanya aku bersikeras menunggu taksi di PIM. Saat itu keadaannya masih ditemani Dul dan Nouval," ujar Arin.

Karena menunggu taksi terlalu lama, akhirnya Dul mengantarkan Arin ke Pondok Labu, Jakarta Selatan. Akhirnya, Dul sampai di rumah Arin sekitar 24.30. Setelah tiba di rumah Arin, Dul pun pulang. Arin sempat mengirimkan pesan kepada Dul: "Kamu hati-hati, ya. Kabarin kalau sudah nyampe." Setelah itu Arin langsung tidur.

Menurut Arin, Dul memang sangat peduli padanya. Arin mengaku, malam itu baru ketiga kalinya Dul mengantarkan dirinya sampai ke rumah sejak mereka berpacaran pada Januari lalu. "Karena aku memang tidak suka kalau diantarkan pulang ke rumah, tidak mau merepotkan Dul," kata Arin. 

Arin mengatakan biasanya Dul membawa mobil hanya sampai di sekitar Pondok Indah saja. Saat pertama kali berkenalan dengan Dul, Arin memperkirakan Dul sudah membawa mobil. Arin menjelaskan bahwa Dul selalu fokus saat menyetir. "Tapi, Dul lebih sering disopiri ketimbang menyopir sendiri," ucapnya.

Namun, kabar nahas itu tiba juga. Pada Ahad, 8 September 2013, sekitar pukul 04.15, kakak Dul, Al, menelepon Arin dan mengabarkan bahwa Dul mengalami kecelakaan dan dilarikan ke Rumah Sakit Melia cibubur. "Tapi aku masih tidak percaya, karena aku langsung mengirimkan pesan BBM ke Dul dan delivered. Aku tidur lagi, tapi kok, ya, kepikiran," ucap Arin.

Pukul 05.00 pagi, Al mengirimkan pesan pendek lagi ke Arin. Al mengatakan Dul dipindahkan ke Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Arin langsung buka twitter TMC Polda Metro Jaya. "Karena kalau ada kecelakaan mereka pasti update. Benar, ternyata Dul kecelakaan. Aku syok karena ada korban meninggal."

Arin mengaku, Senin, 9 September 2013, dia tidak bisa menjenguk Dul, namun tetap berkomunikasi dengan bunda Maia (Maia Estianty), ibunya Dul. "Bunda cerita hari ini Dul sudah sadar sekitar jam 11.00. Tapi Dul mulai berbicara jam 14.00. Bunda cerita, kalau Dul sempat nyariin aku." Rencananya Selasa ini, 10 September 2013, ia kembali mengunjungi Dul.

Dul terlibat kecelakaan pada Ahad, sekitar pukul 00.45 WIB. Mobil Mitsubihi Lancer nomor polisi B 80 SAL yang dikendarai Dul melewati pembatas jalan sehingga menabrak Granmax B 1349 TFN dan Avanza B 1882 UZJ. Kecelakaan yang menewaskan 6 orang dan menyebabkan 9 orang luka berat itu terjadi di Kilometer 8, Tol Jagorawi, Jakarta Timur, arah Cibubur. 

ANINDYA LEGIA PUTRI

Terhangat:

Tabrakan Anak Ahmad Dhani | Jokowi Capres? | Miss World

Berita terkait:

Kronologi Tabrakan Jagorawi Libatkan Anak Dhani

Ahmad Dhani: Kalau Ada Proses Hukum Saya Jalani

Polisi Panggil Dhani dan Maia

Polda: Ahmad Dhani Tak Bisa Dipidana soal Ulah Dul

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.