Cerita Parto Patrio, Keluarkan Rp250 Juta untuk Servis 1 Mobil

Pius Yosep Mali

VIVA – Awal tahun 2020, bisa jadi momen yang tak terlupakan bagi Parto 'Patrio'. Sebab, saat itu rumahnya di kawasan Kemang Pratama, Pekayon, Bekasi, terendam banjir. Dia pun sempat mengabadikannya di media sosial Instagram.

Tak hanya menggenangi rumah mewahnya, genangan air berwarna coklat tersebut juga diketahui memenuhi garasi. Alhasil, enam mobil yang saat itu sedang parkir turut menjadi korban, bahkan ada yang masuk sampai ke kompartemen mesin.

Dalam sebuah video yang tayang di Youtube, komedian yang aslinya bernama Eddy Soepono itu menceritakan, bahwa banjir bukanlah hal yang baru pertama kali terjadi di wilayah pemukimannya.

"Di sini kalau hujan, (banjirnya) cuma sampai situ (sembari menunjuk ke arah jalanan). Tetapi, waktu kemarin itu gara-gara bendungan jebol, air masuk ke dalam," ujarnya dalam video di 'SULE Channel TV', dikutip VIVA, Kamis 2 April 2020.

Baca juga: GM Cuma Berhenti Jualan Mobil Baru di RI, Bengkelnya Masih Ada Kok

Sule yang menjadi pembawa acara di video tersebut mengatakan, bahwa dirinya sudah lama tak berkunjung ke rumah Parto, dan kini sudah mengalami banyak perubahan. Garasi rumah Parto pun disebut bisa menampung banyak mobil.

Kemudian, kedua komedian tersebut berjalan menuju garasi. Di sana, Parto menceritakan bahwa banjir yang terjadi pada Januari 2020 lalu itu, ketinggian airnya mencapai kap mesin Toyota Fortuner berwarna putih.

"Mobil yang rusak enam, sudah itu enggak bisa dipakai lagi," tutur pria kelahiran 17 April 1961 tersebut.

Pernyataan Parto ini membuat Sule kaget. Dia pun menanyakan perihal kondisi enam mobil yang sempat terendam banjir di awal tahun tersebut. Pertanyaan ini pun mendapat jawaban santai dari Parto.

Garasi rumah Edy Supono atau lebih dikenal sebagai Parto Patrio

"Kebetulan yang tiga asuransi le. Enggak balik lagi (unit), tapi duitnya saja. Dari asuransi itu dikembalikan 70 persen doang. Misalnya harganya seribu, kembalinya hanya 700," ucapnya.

Tak hanya itu, Parto juga menceritakan bahwa ada tiga unit mobil yang tidak diberi perlindungan asuransi. Akibatnya, dia harus merogoh kocek ratusan juta untuk merapihkan kembali mobilnya.

"Yang tiga (mobil) enggak pakai asuransi. Nah, yang enggak asuransi ini, satu mobil biayanya Rp250 juta, segitu belum jalan," paparnya.