Cerita Pasutri di Gorontalo Dirikan Panti Asuhan untuk Kucing Terlantar

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Gorontalo - Kucing merupakan hewan peliharaan yang lucu, maka tak heran jika hewan dengan nama latin Felis catus ini merupakan salah satu jenis hewan populer yang banyak dipelihara. Meski begitu, tak sedikit juga orang yang tidak menyukai hewan tersebut.

Itulah mengapa jika saat ini kita sering menjumpai kucing yang kerap terlantar di jalanan, baik itu yang sengaja dibuang oleh pemiliknya, hingga anak kucing yang memang ditinggal oleh induknya.

Melihat kasus pembuangan kucing ini, pasangan suami istri (pasutri) di Kota Gorontalo Mohamad Djafar dan Sri Lance A Rahman akhirnya mendirikan sebuah tempat penampungan kucing yang diberi nama "Panti Asuhan Kucing Terlantar". Di tempat inilah mereka menampung kucing terlantar yang banyak ditemukan di jalan.

Mohamad Djafar bercerita, awal mulanya, dia bersama istrinya mendirikan panti kucing ini karena memang dari kecil ia merupakan penyuka hewan. Terlebih, kalau hewan tersebut tidak diberi makan dan terlantar. Itulah yang membuatnya terpanggil untuk mendirikan panti asuhan untuk kucing ini.

"Kalau ditanya terinspirasi dari mana, memang saya dari kecil penyayang hewan, terutama kucing. Bahkan, sejak masih SD, ketika saya dapat kucing di jalan saya bawa pulang," kata Mohamad Djafar.

Saking sayangnya dengan kucing, saat ini, ia menggunakan rumah pribadinya sebagai penampungan ratusan kucing terlantar tersebut. Bau amis dari kotoran kucing seakan tidak mengganggu penciuman keluarga kecil Mohamad Djafar.

Sempat Kesulitan Akibat Pandemi

Mohamad Djafar, warga Kota Gorontalo yang mendirikan Panti Asuhan Kucing Terlantar (Foto: Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)
Mohamad Djafar, warga Kota Gorontalo yang mendirikan Panti Asuhan Kucing Terlantar (Foto: Arfandi Ibrahim/Liputan6.com)

"Kalau bau amis kami sudah terbiasa dengan itu. Alhamdulillah, saya juga dikaruniai keluarga juga penyayang hewan," ujarnya.

Selain itu, kata Djafar, panti yang sudah dibuka baru setahun itu, kini sudah menampung lebih dari 100 ekor kucing. Hal ini tentu membuat kebutuhan makan kucing-kucing juga naik cukup drastis.

"Hampir setiap minggu pasti ada yang antar kucing, kebutuhan pakan makin hari semakin naik. Dan itu saya kira sudah risiko," ungkap Djafar.

"Bayangkan saja, beras per hari itu saya habis 4 liter, nah, 3 liter untuk kucing dan 1 liter lagi buat kami sekeluarga dan itu dimasak sekaligus. Belum lagi ditambah lauknya, sehari bisa sampai 3 kilo gram," jelas Djafar.

Tidak hanya itu, pandemi yang hingga kini melanda Tanah Air juga sangat berdampak baginya. Ia bahkan hampir kesulitan memberi makan kucing tersebut. Belum lagi waktu itu, Gorontalo sempat PSBB yang memukul keras pekerjaanya sebagai videografer panggilan. Dia nyaris tidak mendapat orderan.

"Waktu itu PSBB di Gorontalo bertepatan dengan bulan puasa, karena kekurangan makanan, kucing juga saya dipuasakan layaknya manusia, makan nanti sahur dan saat berbuka puasa," ungkapnya.

Hingga akhirnya, aksi mulianya itu pun mendapat respon positif dari warga dan tetangga sekitar yang dekat dengan lingkunganya. Bahkan, saat ini ia sudah mendapatkan santunan dari kitabisa.com karena ketekunannya dalam merawat kucing-kucing itu.

"Banyak support dari tetangga. Alhamdulillah saya banyak dapat dana tak terduga dari donatur. Dan itu meringankan beban saya, terutama dari kitabisa.com telah membantu untuk biaya renovasi ruangan bermain kucing-kucing ini," ia menandaskan.

Simak juga video pilihan berikut: