Cerita Pelajar SMP Tewas Usai Duel Maut Gara-Gara Sambal

Merdeka.com - Merdeka.com - Pelajar SMP Musi Rawas, Sumatera Selatan terlibat perkelahian hingga menyebabkan salah satu di antaranya tewas. Keduanya adalah MY (15) yang merupakan korban dan si pelaku LX (14).

Dari keterangan Kapolres Musi Rawas AKP M Indra Parameswara, kejadian tersebut dipicu lantaran si pelaku memasukkan sambal ke dalam mangkuk makanan model (penganan khas Sumsel) yang disantap korban di sekolahnya, Sabtu (5/11). Akibatnya keduanya terlibat adu mulut dan saling menyimpan dendam.

"Pemicunya karena sambal. Pelaku memasukkan sambal ke model korban, dari situ dendam dan saling tantang lalu berjanji berkelahi," tutur Indra, Rabu (9/11).

Keduanya saling menantang untuk adu fisik dan sepakat untuk bertemu usai pulang sekolah di Jalan Baru, Kelurahan Bangun Jaya, Kecamatan BTS Ulu, Musi Rawas, Sumatera Selatan pada Selasa, (8/11).

Perkelahian dengan tangan kosong dimulai dari si pelaku yang memukul kepala si korban sebanyak dua kali. Dua teman yang membersamai di TKP tidak berusaha melerai My dan LX. Usai menjadi pusat perhatian karena berkelahi di tempat umum, warga yang melihat aksi adu tangkis itu lantas memisahkan keduanya.

"Mereka bergulat dan baru terhenti karena ada dilerai warga," ungkap Indra.

Setelah diredam warga, si korban yang mengeluhkan sakit kemudian mengajak temannya untuk pulang. Korban berusaha berdiri namun kemudian tersungkur tak sadarkan diri sehingga dilarikan ke Puskesmas Cecar.

Selang beberapa saat setelah mendapatkan perawatan dari pihak Puskesmas Cecar, MY mengembuskan napas terakhirnya.

"Korban meninggal dunia tak lama dalam perawatan," ujarnya.

Polisi yang mendapatkan laporan tentang aksi pertikaian itu bergegas melakukan pendalaman. Polisi mengamankan pelaku. "Pelaku masih diperiksa, barang bukti sudah kami amankan," jelasnya.

Sebelumnya diketahui jika mereka berdua tidak pernah akur dan sering terlibat perselisihan seperti saling ganggu saat makan, meski sering ketemu dan tinggal satu kampung. Namun keributan-keributan itu tidak sampai ke adu jotos.

Akibat dari perbuatannya, tersangka LX terjerat Pasal 80 ayat (3) dan atau ayat (1) juncto Pasal 76 (C) Undang-undang Nomor 16 Tahun 2007 tentang tindak pidana kekerasan terhadap anak, dengan barang bukti yang disita berupa seragam sekolah korban.

"Tersangka bisa dihukum separuh dari hukuman maksimal karena masih di bawah umur," pungkasnya.

Reporter: Putri Oktafiana [cob]