Cerita Pelaku UMKM Raih Omzet Ratusan Juta Rupiah Melalui Penjualan di E-Commerce

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Medan Tanoto Frans merupakan satu dari ratusan UMKM yang mendapatkan banyak keuntungan setelah bergabung di Tokopedia, salah satu e-commerce.

Melalui usaha Ikan Asin Medan, Frans sapaan akrabnya, merupakan UMKM reseller yang memberdayakan puluhan nelayan di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).

"Lebih dari 85 persen penjualan kami berasal dari Tokopedia. Omzet bulanan kami kini mencapai ratusan juta rupiah," kata Frans, Kamis (16/9/2021).

Frans membagikan tips jualan sebagai UMKM reseller agar dapat bersaing dan mengembangkan bisnisnya.

"Harus teliti memilih supplier yang tepat agar kualitas produk selalu terjamin, karena supplier tersebut akan menjadi mitra jangka panjang penjual. Kita juga harus memahami kebutuhan masyarakat dan tidak berhenti berinovasi," terangnya.

Tak hanya Frans, ada juga Produsen Songket PaSH, Kiagus Adit dari Palembang. Meski penjualan sempat menurun hingga 60 persen di awal pandemi Covid-19, pemanfaatan platform Tokopedia membuat penjualannya kembali stabil.

"Omzet kami kini bisa mencapai puluhan juta rupiah setiap bulan," ungkap Adit.

Adit juga memberikan tips untuk UMKM, khususnya maker dalam berjualan. Pertama, cari tahu produk yang paling laku, lalu lakukan analisis kompetitor untuk menentukan harga jual.

Setelah itu ciptakan brand awareness, salah satunya dengan beriklan lewat fitur yang tersedia, misal TopAds, atau pasang harga lebih murah.

"Kecepatan dalam merespon chat pelanggan juga menjadi kunci," ujarnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

E-Commerce Paling Populer

Ilustrasi aplikasi Tokopedia. (Ist.)
Ilustrasi aplikasi Tokopedia. (Ist.)

AVP of Product Tokopedia, Puput Hidayat mengatakan, sebuah riset terbaru menyatakan Tokopedia menjadi e-commerce paling populer di kalangan UMKM.

"Hal ini dikarenakan Tokopedia dinilai memberikan frekuensi transaksi tersering, memiliki kualitas fitur terbaik yang mudah dioperasikan oleh penjual, hingga memberikan omzet penjualan terbesar bagi para UMKM," ungkapmya.

Selain itu, para UMKM menilai Tokopedia unggul dalam memberikan manfaat, antara lain membuka akses terhadap pasar nasional, memberi dukungan terhadap produk atau UMKM lokal dan memberikan pendampingan serta edukasi kepada penjual.

Di sisi lain, data internal Tokopedia mencatat kini ada lebih dari 11 juta penjual di platform-nya dan hampir 100 persen UMKM.

"UMKM lokal di Tokopedia terdiri dari maker atau produsen maupun reseller. Mereka sama-sama berkontribusi pada perekonomian digital," jelas Puput.

Tangguh Hadapi Pandemi

Laman utama aplikasi Tokopedia. (Sumber: Tokopedia)
Laman utama aplikasi Tokopedia. (Sumber: Tokopedia)

Diungkapkan Puput, UMKM yang punya kanal digital dinilai lebih tangguh menghadapi pandemi. Mereka berhasil mempertahankan bisnis sekaligus menjaga ketersediaan lapangan pekerjaan lewat pemanfaatan platform teknologi,” tambahnya.

Tokopedia di sisi lain aktif memberikan pendampingan serta materi edukasi bagi UMKM lokal. Contohnya lewat Pusat Edukasi Seller, Sekolah Kilat Seller hingga media sosial. Juga lewat berbagai panggung yang membantu UMKM menjangkau lebih banyak masyarakat, seperti Bangga Buatan Indonesia, TokoMart, Kumpulan Toko Pilihan (KTP) dan masih banyak lagi.

"Berbagai inisiatif tersebut turut mendongkrak kategori Kesehatan dan Perawatan Diri, Fesyen, Kecantikan, Ibu dan Anak serta Fesyen Anak dan Otomotif menjadi beberapa kategori dengan peningkatan transaksi paling pesat di Tokopedia selama kuartal II 2021," tandasnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel