Cerita Pemain Leicester yang Tekuni Judo Supaya Berani Lawan Perampok

Zulfikar Husein
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemain Leicester City, Youri Tielemans, merupakan salah satu gelandang terhebat masa kini yang ada di Premier League. Tielemans pun merupakan idola baru di King Power Stadium lantaran senyumnya yang menarik dan wajahnya seringai lebar.

Namun, jangan tertipu dengan tampilannya, pemain Timnas Belgia itu sebenarnya adalah seorang pria yang garang. Tielemans ternyata memiliki sabuk biru dalam olahraga beladiri judo.

Tidak heran pemain berusia 23 tahun itu punya sabuk biru lantaran ayah, ibu, dan semua saudara perempuanya memiliki sabuk hitam di judo. Dia pun mengaku sudah menekuni olahraga asal Jepang itu sejak usia muda karena kedua orang tuanya merupakan pengurus klub judo.

Selain itu, Tielemans juga memiliki alasan menarik mengapa judo sangat penting dalam hidupnya. Sebab, dengan judo, ia memiliki keberanian jika harus menghadapi perampok pada suatu ketika.

"Kami punya anjing di rumah. Tetapi, anggap saja ada perampokan dirumah! Dengan judo, kami mungkin bisa mengagalkan perampokan itu. Judo adalah bagian dari hidup saya sampai saya berusia 16 tahun," kata Tielemans, seperti dikutip Daily Star.

Namun, Tielemans memutuskan untuk tidak terlalu menekuni judo setelah ia mendapatkan kontrak profesional dari Anderlecht pada tahun 2013. Bersama Anderlecht, ia mencatatkan rekor sebagai pemain termuda Belgia yang di Liga Champions di tahun yang sama.

Lebih lanjut, Tielemans menambahkan, bahwa judo telah mengantarkan dirinya untuk menjadi seorang pemain profesional yang berkualitas. Bukan cuma itu, dijelaskannya, judo juga dapat membantunya beradaptasi dengan kerasnya Premier League agar tidak gampang cedera.

"Judo benar-benar membantu kebugaran Anda. Dengan judo, hanya Anda dan tubuh Anda yang bisa menjaga kebugaran diri. Anda harus mengetahui tubuh Anda dengan sempurna dan Anda akan mendapatkan semua jenis cedera yang berbahaya di judo," ucapnya.

"Ketika Anda cedera, Anda tidak bisa berlatih sama sekali dan Anda tidak bisa melakukan apa pun. Jadi, Anda harus mengenal tubuh Anda dan menjaganya. Itu masih membantu saya karena saya mengenal 100 persen tubuh saya dan saya tahu batasan saya," ujarnya.