Cerita Pemudik asal Anyer Terjebak Macet, Perlu 12 Jam untuk Sampai ke Bakauheni

Merdeka.com - Merdeka.com - Lebaran tahun ini menjadi momen yang ditunggu-tunggu sebagian besar masyarakat Indonesia. Puluhan juta orang mudik setelah dua tahun dilarang akibat pandemi Covid-19.

Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, diperkirakan 85 juta warga Indonesia akan mudik pada Lebaran ini. Sekitar 20 persennya menuju ke Pulau Sumatera.

Pelabuhan Merak menjadi salah satu jalur pemudik untuk menyeberang dari Pulau Jawa ke Pulau Sumatera. Seperti sebelumnya, kemacetan kembali terjadi. Antrean kendaraan pemudik mengular hingga Tol Tangerang-Merak.

Kemacetan semakin parah, karena pemudik yang akan menuju Pelabuhan Merak dari arah Jakarta mencoba jalur alternatif dengan keluar di pintu Tol Serang Barat dan Cilegon Timur. Akibatnya, jalur arteri macet total.

Jalur arteri yang biasanya digunakan pemudik dengan kendaraan roda dua macet total hingga ke jalan raya dalam Kota Cilegon.

Kondisi itu menyebabkan, pemudik roda dua yang menuju pelabuhan merak menggunakan jalur arteri harus ekstrahati hati, karena harus berkendara melalui sela-sela kendaraan roda empat, bus dan truk.

Terjebak Macet 7 Jam

Salah seorang pemudik asal Anyer, Rina Yunita, yang berencana menuju Sumatera Utara, terjebak di jalur arteri hingga 7 jam untuk bisa menaiki kapal.

"Berangkat jam dua malam dari jalur biasa dari Anyer, macet. Naik kapal jam tujuhan," ujarnya.

Tidak sampai di situ, setelah menaiki kapal, ia bersama suami dan dua anaknya baru bisa sandar di dermaga Bakauheni Lampung pada pukul 13.00 WIB.

"Anyer Bakauheni 12 jam, sekarang mau sandar masih di-pending tengah laut," ujarnya.

Berdasarkan pantauan di jalur arteri, kendaraan pemudik dari arah Cilegon Timur dan Cilegon Barat diarahkan masuk ke kawasan industri Krakatau steel. Kemacetan terjadi hingga pertigaan Gerem.

Dari pertigaan Gerem, kendaraan dari jalur arteri di arahkan menuju Jalan Cikuasa Atas, bergabung dengan antrean kendaraan yang datang dari arah Tol Tangerang Merak menuju pelabuhan. [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel