Cerita Penemuan Bocah Lima Tahun Selamat dari Longsor karena Tersangkut Bambu

Merdeka.com - Merdeka.com - Seorang anak berinisial AL (5) ditemukan selamat dari musibah tanah longsor yang terjadi di Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros. AL ditemukan oleh warga tersangkut di pohon bambu dekat sungai.

Kepala Dinas Sosial Maros, Nuryadi mengatakan AL merupakan anak dari korban longsor yakni Ilham yang sebelumnya ditemukan meninggal dunia. Nuryadi menyebut AL ditemukan selamat karena tersangkut di pohon bambu saat terbawa arus sungai.

"Ayahnya ini anak sudah ditemukan meninggal dunia. Sementara ibu dan tiga saudaranya masih dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan," ujarnya, Sabtu (31/12).

Nuryadi menyebut AL sudah beberapa hari lalu ditemukan dan dievakuasi ke Puskesmas Cenrana Maros. Kini kondisi AL terus membaik karena mengalami luka ringan.

"Sekarang anak itu tinggal bersama dengan tantenya. Kemungkinan besar anak ini sebatang kara, karena jasad ibu dan kakaknya sampai saat ini belum ditemukan. Sementara ayahnya sudah ditemukan meninggal dunia akibat tertimbun longsor," bebernya.

Nuryadi mengaku fokus untuk memulihkan psikologis AL pasca bencana longsor. Sementara tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap keluarga AL lainnya yang tertimbun longsor.

"Proses pencarian masih dilakukan. Data terakhir kan sudah dua orang ditemukan meninggal dunia," sebutnya.

Sebelumnya diberitakan, tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban tanah longsor Dusun Moncong Jai, Desa Rompegading, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, Jumat (30/12). Korban yang belum diketahui identitasnya ini ditemukan dalam timbunan lumpur.

Kepala Operasi Penyelamatan dan Pencarian Basarnas Sulsel, Muh Rizal membenarkan ditemukannya satu korban bencana tanah longsor di Cenrana, Kabupaten Maros. Meski demikian, Rizal mengaku belum mengetahui identitas korban yang ditemukan.

"Satu orang sudah ditemukan. Saat ini korban sudah dibawa oleh tim DVI Polda Sulsel untuk dilakukan identifikasi," ujarnya melalui pesan WhatsApp.

Sementara itu, Kepala Bidang Operasi Dinas Pemadam Kebakaran Makassar, Cakrawala mengatakan tim SAR gabungan menemukan satu korban dalam kondisi tertimbun lumpur. Cakrawala yang turut turun melakukan pencarian menjelaskan saat ditemukan tubuh korban juga terhimpit potongan kayu.

"Saat ditemukan korban masih tertimbun lumpur dan beberapa bagian tubuh terhimpit potongan batang kayu," ungkapnya.

Cakrawala menambahkan setelah ditemukannya korban kedua, tim SAR gabungan akan melakukan pencarian di sungai.

"Sementara tim SAR gabungan menyusun peralatan untuk turun dalam pencarian bawah," kata dia.

Total sudah dua korban meninggal dunia yang ditemukan dan dievakuasi tim SAR gabungan. Tim SAR gabungan masih akan mencari empat orang lainnya. [cob]