Cerita Pengusaha Muda Makassar Jatuh Bangkrut Usai Diperdaya Dua Broker Pialang Saham

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Makassar - Malang nasib Yusriadi, pengusaha muda berusia 36 tahun itu kini harus gigit jari usai ratusan juta uang miliknya raib. Ia mengaku diperdaya oleh dua broker dari dua perusahaan pialang saham ternama yakni PT Valbury Asia Futures dan PT Victory International Futures.

Bisnis seperti ini memang sangat menggiurkan selama pandemi Covid-19 melanda Tanah Air. Lantaran berpeluang mendapatkan untung berlimpah jika pandai memprediksi harga emas di pasaran.

Kepada Liputan6.com, pria yang akrab disapa Adi ini menceritakan bahwa mulanya dia tertarik untuk berinvestasi di PT Valbury Asia Futures setelah diiming-imingi untung besar oleh salah seorang broker di perusahaan pialang saham tersebut. Prospek yang dilakukan oleh broker bernama Selvi Aprilia itu pun menjadi lebih mudah karena keduanya memiliki kedekatan emosional.

"Dia itu memang akrab dengan saya karena dia istrinya kawan saya. Saya diajak join dengan keuntungan 10 persen bahkan lebih, dia juga mengaku kalau dana yang saya investasikan itu dapat ditarik sewaktu-waktu," kata Adi, Rabu (16/12/2020).

Tanpa pikir panjang, Adi pun menginvestasikan uang senilai Rp50 juta ke PT Valbury Asia Futures. Dan benar saja, tidak butuh waktu lama, broker PT Valbury Asia Futures, Selvia menginformasikan bahwa uang yang diinvestasikan oleh Adi sudah memiliki keuntungan sebesar Rp5 juta.

"Sempat dia perlihatkan ke saya kalau ada untungnya Rp5 juta, tapi uang itu saya tidak ambil," terang Adi.

Belakangan Selvi kemudian menawarkan investasi yang lebih besar kepada Adi dengan nominal mencapai Rp200 juta. Hanya saja investasi kali ini tidak dapat ditarik kapan saja sebagaimana sebelumnya.

"Nah saat saya investasi yang kedua itu sebesar Rp200 juta saya mendapat hadiah (telepon genggam) Samsung S20 Ultra," sebutnya.

Bukannya untung, Adi malah buntung, ia mendapat kabar jika uang yang ia investasikan itu tidak meraup untung. Dua bulan berlalu, uang yang ia investasikan ternyata telah habis.

"Dia sempat minta saya investasi lagi, dan saya tambah Rp25 juta. Setelah 2 bulan berlalu saya mau minta uang saya malah katanya sudah habis. Total uang saya di PT Valbury itu Rp275 juta," ucapnya.

Dalam jenjang waktu yang tidak begitu jauh berbeda usai menginvestasikan uangnya pertama kali di PT Valbury Asia Futures, salah seorang broker dari PT Victory International Futures bernama Eva Lindsay juga mengajak Adi untuk menginvestasikan uangnya ke perusahaan pialang saham itu.

"Kalau di Eva saya investasi awal itu Rp100 juta, janjinya tidak jauh beda yaitu untung melimpah, dana aman dan bisa ditarik kapan saja. Ya otomatis saya percaya," terang Adi.

Mulanya investasi Adi di PT Victory International Futures juga menunjukkan keuntungan yang menjanjikan. Hingga akhirnya belakangan Adi mengaku ditawari untuk investasi dengan nominal yang lebih besar lagi yaitu Rp350 juta.

"Nah saya bilang, kembalikan dulu uang yang Rp100 juta itu lalu saya investasi lagi Ro350 juta. Itu saya lakukan untuk memastikan apakah uang saya aman di situ atau tidak," jelasnya.

Adi mengaku tertarik menginvestasikan dananya sebesar Rp350 juta lantaran ia diiming-imingi hadiah mobil mewah hanya dalam waktu 6 bulan saja. Mobil mewah yang dijanjikan adalah Toyota Fortuner.

"Ya dia janji dalam waktu 5 sampai 6 bulan uang saya kembali dan saya bisa dapat mobil Fortuner sebilah Rp600 juta lebih," terangnya.

Dalam perjalanannya, Adi terus diminta untuk menginvestasikan uangnya sedikit demi sedikit hingga totalnya mencapai angka Rp540 juta. Adi pun sama sekali tidak merasa curiga karena Eva Lindsay selalu berhasil meyakinkan Adi bahwa yang ia investasikan aman.

"6 bulan berlalu hasilnya tidak ada, uang melayang, harta benda melayang, hadiah mobil pun tak ada. Saya tidak was-was karena Eva ini selalu perlihatkan bahwa uang saya aman," keluhnya sambil tertunduk lesu.

Adi pun akhirnya sadar dan merasa bahwa dirinya ditipu setelah uangnya senilai Rp815 juta raib setelah berinvestasi di dua broker perusahaan trading itu. Adi pun kemudian melaporkan Eva Lindsay kepada pihak kepolisian atas tuduhan penipuan.

"Total itu ada juta uang saya yang melayang. Saya sudah lapor Eva yang di PT Victory International Futures ke Polda Sulsel," ucapnya.

Pengakuan 2 Broker Pialang Saham

Kantor PT Victory International Futures Makassar (Liputan6.com/Fauzan)
Kantor PT Victory International Futures Makassar (Liputan6.com/Fauzan)

Broker PT Valbury Asia Futures, Selvi Aprilia mengakui bahwa beberapa bulan yang lalu, Adi memang berinvestasi di perusahaan tempat ia bekerja, dengan total dana mencapai Rp275 juta.

"Iya memang betul, saya ajak dia untuk join. Yang pertama itu Rp50 juta dan waktu itu ada untung Rp5juta. Lalu tambah lagi Rp200 juta dan Rp25 juta," kata wanita yang akrab disapa Shafa itu kepada Liputan6.com, Kamis (17/12/2020).

Lebih jauh, Selvi menuturkan ada satu kesalahan yang ia lakukan adalah bahwa dirinya tidak mengajari Adi cara trading dan tidak menjelaskan secara rinci tentang resiko berinvestasi di perusahaan pialang saham.

"Sebenarnya saya sudah berusaha dan selalu mau ajar dia, tapi dia yang menolak. Katanya, biar saya yang kelola," ucapnya.

Seharusnya, lanjut Selvi, akun nasabah di situs pialah saham PT Valbury Asia Futures dikelola sendiri oleh nasabah tersebut. Sayangnya dalam kasus ini, akun Adi sepenuhnya dikelola oleh Selvi.

"Dia sendiri yang bilang, biar saya saja yang kelola. Jadi itu atas seizin dia juga," ungkapnya.

Saat ditanyakan mengenai siapa yang akan bertanggung jawab atas raibnya uang milik Adi sebesar Rp275 juta, Selvi pun bingung. Pasalnya, uang tersebut memang habis setelah bermain di pasar saham namun prediksinya jauh dari perkiraan.

"Siapa yang mau bertanggung jawab? Kalau saya tidak mungkin, kondisi saya saja seperti ini, syukur-syukur bisa tetap makan," keluhnya.

Liputan6.com kemudian berusaha menghubungi Broker PT Victory International Futures, Eva Lindsay. Sayangnya Eva enggan untuk memberikan komentar tentang raibnya investasi Adi di perusahaan tempat ia bekerja.

"Saya tidak bisa beri komentar pak, silahkan ke kantor saya saja," kata Eva via pesan singkat kepada Liputan6.com, Kamis (17/12/2020) malam.

Terpisah Kepala Cabang PT Victory International Futures, Viska Nita membenarkan bahwa salah seorang karyawatinya bernama Eva telah dilaporkan ke polisi. Penyidik kepolisian bahkan telah mendatangi kantor PT Victory International Futures untuk kepentingan penyelidikan.

"Sudah semua, bulan lalu ada tiga polisi datang dan ambil berkas untuk kepentingan penyelidikan," ucap dia singkat.

Viska enggan menjelaskan lebih jauh ihwal kronologis raibnya dana investasi salah seorang nasabahnya, Adi. "Saya tidak bisa jelaskan lewat telepon, nanti saja Minggu depan baru ketemu," ucapnya.

Penyelidikan Polisi

Ilustrasi Cyber Crime (Liputan6.com/Sangaji)
Ilustrasi Cyber Crime (Liputan6.com/Sangaji)

Subdit Cyber Crime, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Suslel mengaku saat ini tengah menyelidiki kasus dugaan penipuan yang tengah dialami oleh Adi.

"Iya masih Lidik," kata Kasubdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, AKBP Jamaluddin kepada Liputan6.com.

Ia pun mengaku telah memeriksa Eva Lindsay sebagai terlapor dalam kasus tersebut.

"Sudah kita periksa, nanti kalau ada perkembangan kitainfo ya," Jamaluddin memungkasi.

Simak juga video pilihan berikut ini: