Cerita Penjual Sayur di Afrika Bisa Berbahasa Indonesia dan Jawa

Liputan6.com, Jakarta - Nun jauh di Afrika, jauh dari Indonesia, ternyata ada pedagang sayuran yang fasih berbahasa Indonesia dan Jawa. Benarkah? Hal itu diungkapkan oleh orang Indonesia yang kebetulan tinggal di Afrika Tengah, tepatnya di Gabon.

Pengalaman hidup di Gabon dibagikan oleh seorang Youtuber bernama Maulana Rahman. Pria yang akrab disapa Rahman ini tinggal di Gabon karena urusan pekerjaan.

Di sela-sela waktu luangnya, Rahman kerap membagikan pengalaman hidupnya di negeri orang.  Lewat channel youtube dan akun Instagram Nomadprostory, Rahman pernah merekam keseruan belanja di sebuah pasar tradisional di Gabon, Afrika.

Ia ternyata sering berbelanja ke pasar dan sudah terbiasa membeli bahan makanan dari penjual yang akrab disapa Mama Aisyah ini.

Di sini Rahman memperlihatkan berbagai bahan makanan yang dijual mulai dari sayuran, buah sampai bumbu masak. Beberapa sayuran dan makanan di sini punya tampilan yang mirip dengan sayuran di Indonesia.

Rahman dan temannya membeli banyak belanjaan seperti terong, kol, bawang, cabai dan aneka bumbu masak lainnya. Selain meperlihatkan uniknya sayuran dan bahan makanan yang dijual, Rahman juga menunjukkan hal istimewa lainnya.

Mama Aisyah yang menjual bahan pokok ini ternyata cukup mahir berbahasa Indonesia dan bahasa Jawa. Rahman beberapa kali menanyakan bahan makanan dalam bahasa Indonesia dan langsung dimengerti oleh sang penjual. Uniknya lagi, mama Aisyah juga bisa berhitung menggunakan bahasa Indonesia.

Bahan Makanan dan Angka

Maulana Rahman, orang Indonesia yang bekerja di Gabon, Afrika Tengah. (dok.Instagram @nomadprostory/https://www.instagram.com/p/B6LF9Hlnvh3/Henry)

Semua belanjaan Rahman dihitung menggunakan bahasa Indonesia diselingi bahasa Jawa. Rahman yang berdarah Kalimantan justru agak bingung saat disebutkan angka dalam bahasa Jawa.

"Wah saya malah kalah sama mama. Saya nggak ngerti bahasa Jawa," kata Rahman.

Dari video berdurasi 14 menit ini kemudian banyak yang bertanya soal mama Aisyah yang ahli berbahasa Indonesia padahal di Gabon tidak banyak orang Indonesia menetap di sana.

Ada juga yang menebak kalau mama Aisyah ini berdarah Suriname, negara yang masyarakatnya berbahasa Jawa.  Namun semua tebakan ini ditepis oleh Rahman.

Menurutnya, penjual sayuran di Gabon memang ada yang bisa berbahasa Indonesia karena ada beberapa orang Indonesia yang sering berbelanja.

Penggunaan bahasa Indonesianya juga terbatas hanya terkait nama bahan makanan dan angka saja.  Sementara untuk percakapan umum, mereka harus menggunakan bahasa Afrika.

Bulan Madu di Rumah

Maulana Rahman, orang Indonesia yang bekerja di Gabon, Afrika Tengah. (dok.Instagram @nomadprostory/https://www.instagram.com/p/B7iyR3xn4mz/Henry)

Namun tak hanya soal bahasa. Ternyata banyak juga produk asal Indonesia yang dipasarkan di Afrika.  Rahman menunjukkan beberapa produk dengan merek ternama di Indonesia mulai dari sabun, pasta gigi, mi instan sampai detergen.

Melihat penjual sayuran yang fasih berbahasa Indonesia, banyak warganet yang meminta Rahman membuat video khusus berbincang dengan mama Aisyah.

"Bikin konten sama si ibu yang dagang itu bro. Nanya-nanya kehidupan sama kenapa dia bisa lancar bahasa Indonesianya," komentar seorang warganet.

Namun dalam sebuah video lainnya, Rahman mengungkapkan tugasnya di Afrika sudah berakhir dan ia sudah berada di Indonesia. Rahman baru saja menikah dan sedang menjalani bulan madu. Namun karena wabah corona, ia dan istrinya berbulan madu di rumah saja.

Saksikan video pilihan di bawah ini: