Cerita Penumpang Mengapung saat KM Ladang Pertiwi Tenggelam

Merdeka.com - Merdeka.com - Sejumlah penumpang selamat Kapal Motor (KM) Ladang Pertiwi 02 telah ditemukan dan dievakuasi ke Pulau Sanrobone, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Seorang penumpang bernama Irwan (32) menceritakan detik-detik dirinya menyelamatkan diri usai KM Ladang Pertiwi tenggelam di Selat Makassar.

Irwan mengatakan KM Ladang Pertiwi 02 berangkat dari Pelabuhan Paotere Makassar menuju Pulau Pamantauang, Pangkep pada Rabu (25/5). Saat berada di wilayah Perairan Pulau Liukang Kalmas, kapal tiba-tiba mati.

"Mesin kapal tiba-tiba mati. Di saat bersamaan ada ombak setinggi 2 meter langsung menghantam kapal," ujarnya kepada wartawan di Puskesmas Sanrobone, Kabupaten Takalar, Minggu (29/5).

Ia menyebut saat mesin kapal mati, pihaknya mencoba membantu anak buah kapal (ABK) KM Ladang Pertiwi. Namun, upaya untuk kembali menghidupkan mesin tak kunjung berhasil.

"Mesin tidak mau menyala meski sudah berusaha diperbaiki. Ombak juga menghantam, sehingga kapal sampai oleng," kata dia.

Saat kapal oleng dan tenggelam, Irwan mengaku menaiki KM Ladang Pertiwi bersama ibu dan adiknya langsung meloncat ke laut sambil memegang jerigen agar tetap mengapung. Tak hanya jerigen yang dijadikan pelampung, tetapi sejumlah gabus.

"Saya langsung melompat agar tidak terpisah dengan ibu dan adik. Ombak 3 meter juga terus menghantam kami," tuturnya.

Setelah beberapa lama mengapung dengan jeriken, akhirnya dirinya tertolong saat kapal Tugboat dari Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel) ke Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng) melintas.

"Kapal yang selamatkan kami jumlahnya 10 orang. Kami dievakuasi ke Pulau Sanrobone, Takalar," ungkapnya.

Sepuluh penumpang yang berhasil dievakuasi, kini telah dijemput oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkep. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pangkep telah memberikan penanganan, khususnya kepada korban luka dan trauma. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel